
Citra galaksi Cosmic Grapes. (Dok. NASA/ESA/CSA/ALMA via Space.com)
JawaPos.com – Alam semesta ternyata masih menyimpan banyak kejutan.
Kali ini, dilansir dari Space.com, para astronom menemukan sebuah galaksi yang bentuknya menyerupai setangkai anggur raksasa di angkasa. Temuan ini tidak hanya unik secara visual, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang bagaimana galaksi terbentuk di masa-masa awal sejarah kosmos.
Galaksi yang dijuluki “Cosmic Grapes” ini terbentuk hanya sekitar 930 juta tahun setelah Big Bang. Menurut laporan dari Space.com, galaksi tersebut memiliki lebih dari 15 gumpalan raksasa pembentuk bintang yang tersusun rapat dalam piringan berputar, membentuk pola mirip setangkai anggur ungu bercahaya di ruang angkasa.
Penemuan ini dimungkinkan berkat pengamatan gabungan teleskop tercanggih dunia, yakni James Webb Space Telescope (JWST) milik NASA dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA).
Dikutip dari Space.com, para peneliti memanfaatkan fenomena gravitational lensing, di mana galaksi latar depan, dalam hal ini RXCJ0600-2007, bertindak layaknya kaca pembesar kosmik untuk mengamplifikasi cahaya galaksi yang jauh di belakangnya.
“Objek ini adalah salah satu galaksi jauh yang paling kuat mengalami efek lensa gravitasi yang pernah ditemukan,” ujar Seiji Fujimoto, penulis utama studi dari McDonald Observatory, University of Texas at Austin, seperti dikutip dari pernyataannya di Space.com.
Ia menambahkan, kombinasi pembesaran alami dan teknologi teleskop modern memberi kesempatan langka untuk mengamati struktur internal galaksi dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.
Pengamatan memakan waktu lebih dari 100 jam. Menurut laporan yang sama, citra awal dari Hubble Space Telescope memperlihatkan piringan galaksi yang tampak halus.
Namun, pengamatan lebih lanjut dengan JWST dan ALMA justru mengungkap detail gumpalan padat berisi gas dan debu, yang merupakan tempat kelahiran bintang-bintang baru.
“Pengamatan kami menunjukkan bahwa cahaya bintang muda pada sebagian galaksi awal didominasi oleh beberapa gumpalan padat dan masif, bukan distribusi bintang yang merata,” kata Mike Boylan-Kolchin, profesor astronomi di UT Austin, dikutip dari sumber yang sama.
Temuan ini, yang dipublikasikan pada 7 Agustus di jurnal Nature Astronomy, menjadi bukti bahwa galaksi awal mungkin tidak sehalus yang terlihat dari kejauhan.
Menurut Space.com, di balik tampilan rapi, bisa jadi tersembunyi “anggur-anggur kosmik” yang menjadi dapur kelahiran bintang. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
