Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 16.52 WIB

Tragedi di Gaza: Lima Jurnalis Tewas dalam Serangan Udara Israel

Lokasi serangan Israel yang menewaskan lima jurnalis Al Jazeera di Kota Gaza. (Ebrahim Hajjaj/Reuters). - Image

Lokasi serangan Israel yang menewaskan lima jurnalis Al Jazeera di Kota Gaza. (Ebrahim Hajjaj/Reuters).

JawaPos.com-Lima jurnalis, termasuk Anas al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh dari Al Jazeera, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan tenda pers di pintu masuk Rumah Sakit al-Shifa, Gaza City. 

Korban lain adalah juru kamera Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa. Media Gaza menyebut aksi ini sebagai kejahatan perang yang bertujuan membungkam pemberitaan dan menutupi dugaan genosida.

Lima jurnalis Al Jazeera yang gugur di medan peliputan itu bukan yang pertama. Sejak perang Israel di Gaza pecah pada Oktober 2023, sudah ada ratusan pewarta yang tewas sebelumnya.

Mengutip laporan Al Jazeera, sedikitnya 237 jurnalis tewas. Data otoritas kesehatan Palestina mencatat total korban jiwa mencapai 61.430 orang, dengan 153.213 lainnya terluka. Selain itu, 217 warga, termasuk 100 anak, meninggal akibat kelaparan yang disebut pihak Palestina dipicu blokade Israel.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat menyusul kecaman global atas rencana Israel merebut Gaza City dan memaksa hampir satu juta warga Palestina mengungsi. 

Mayoritas negara anggota menolak rencana tersebut, namun Amerika Serikat tetap membela Israel dan menyalahkan Hamas. Aksi protes massal meletus di berbagai kota dunia, dari Buenos Aires hingga London dan Istanbul, menuntut dihentikannya perang. 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pendudukan Gaza City adalah cara tercepat untuk mengakhiri perang, sembari menuding Hamas sebagai pihak yang membuat warga kelaparan.

Ketegangan juga meluas ke Tepi Barat, di mana pemukim Israel melakukan serangan terhadap warga Palestina di Hebron dengan dukungan tentara. Mahkamah Agung Israel memberi tenggat hingga 24 Agustus bagi pemerintah untuk menjelaskan kepada keluarga sandera soal syarat mengakhiri perang dan pembebasan tawanan.

Pemerintah Media Gaza menegaskan pihaknya memegang Israel, AS, dan negara-negara yang terlibat dalam genosida sebagai pihak bertanggung jawab atas pembunuhan sistematis terhadap jurnalis, dan kembali menyerukan intervensi internasional.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore