Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 02.34 WIB

Rusia Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa Dahsyat 8,8 M, tapi Ancaman Belum Selesai

Dampak dari gempa bumi di Savero-Kurilsk, Rusia (30/7/2025). (ANTARA/Sputnik/Geophysical Service of the Russian Academy of Sciences/aa) - Image

Dampak dari gempa bumi di Savero-Kurilsk, Rusia (30/7/2025). (ANTARA/Sputnik/Geophysical Service of the Russian Academy of Sciences/aa)

JawaPos.com - Setelah sempat mengeluarkan peringatan tsunami besar-besaran, otoritas Rusia secara resmi mencabut peringatan tersebut pada Rabu (30/7), menyusul gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,8 magnitudo yang mengguncang wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka dan Kepulauan Kuril. 

Namun meski peringatan telah dicabut, para ahli memperingatkan bahwa bahaya belum sepenuhnya berlalu. Kementerian Darurat Rusia di Kamchatka menyatakan bahwa risiko gempa susulan masih tinggi. 

"Ilmuwan memprediksi kemungkinan terjadinya aftershock dengan magnitudo hingga 7,5," demikian pernyataan resmi mereka. 

Selain itu, peringatan juga diberikan atas kemungkinan munculnya gelombang tsunami tambahan di Teluk Avacha, lokasi ibu kota regional Petropavlovsk-Kamchatsky. Mengutip via AP News, pencabutan peringatan ini menjadi angin segar bagi jutaan warga di wilayah pesisir Pasifik yang sebelumnya diminta untuk menjauh dari garis pantai dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. 

Namun, banyak pihak tetap diminta waspada karena kondisi bisa berubah sewaktu-waktu. Gempa besar yang terjadi pada Rabu dini hari itu tercatat sebagai salah satu yang terkuat yang pernah mengguncang kawasan Timur Jauh Rusia. 

Gelombang tsunami yang dipicu gempa bahkan menyebar hingga ke Jepang, Hawaii, dan pesisir barat Amerika Serikat, memicu respons darurat di berbagai negara. Di Kamchatka, beberapa pelabuhan sempat terendam, memicu evakuasi massal. Di Jepang, penduduk di Pulau Hokkaido menuju pusat-pusat evakuasi, sementara lalu lintas di Honolulu, Hawaii, lumpuh akibat kepanikan warga. 

Meski peringatan kini mulai diturunkan di banyak tempat, kenangan akan tsunami mematikan tahun 2011 membuat warga Jepang tetap siaga. Sejumlah korban luka dilaporkan di Rusia dan Jepang, namun tidak ada laporan korban jiwa sejauh ini. Tinggi gelombang tsunami tercatat mencapai 3 hingga 4 meter di Kamchatka, sekitar 60 cm di Hokkaido, dan sekitar 2 hingga 5 kaki di San Francisco, AS.

Peringatan tsunami sempat diberlakukan di sepanjang pesisir barat AS, termasuk California, Oregon, dan Washington, hingga provinsi British Columbia di Kanada, sebelum kemudian juga diturunkan secara bertahap. Meski situasi perlahan mereda, otoritas menegaskan pentingnya tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan perubahan kondisi laut.

"Ancaman belum sepenuhnya hilang," tegas pejabat darurat di Kamchatka.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore