Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 23.16 WIB

Survei Terbaru Gallup: Makin Sedikit Warga Amerika yang Dukung Agresi Militer Israel ke Gaza

Kondisi anak-anak Gaza krisis makanan (Dok. Le Monde) - Image

Kondisi anak-anak Gaza krisis makanan (Dok. Le Monde)

JawaPos.com - Sejumlah negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, dan Mesir bergabung dalam seruan internasional agar Hamas mengakhiri kekuasaan di Gaza. Mereka juga minta Hamas agar menyerahkan senjata kepada pemerintah Palestina. Ini bagian dari upaya mengakhiri perang yang berkepanjangan di Gaza.

Langkah ini tertuang dalam sebuah deklarasi bersama yang disepakati oleh 17 negara, Uni Eropa, dan Liga Arab pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam deklarasi itu menyinggung solusi dua negara (two state solution) bagi konflik Israel-Palestina.

Dilansir dari AFP, Rabu (30/7), dalam deklarasi itu disebutkan Hamas harus mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan senjata kepada otoritas Palestina. Selain itu ada dukungan dan keterlibatan internasional untuk pembentukan Palestina yang berdaulat dan merdeka.

Deklarasi ini juga mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang. Ini merupakan pernyataan pertama dari sejumlah negara Timur Tengah yang secara terbuka mengutuk serangan tersebut.

Konferensi di New York itu dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyebut deklarasi tersebut sebagai bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya.

"Untuk pertama kalinya, negara-negara Arab dan Timur Tengah mengutuk Hamas, mengutuk 7 Oktober, menyerukan perlucutan senjata Hamas, menyerukan pengecualiannya dari pemerintahan Palestina, dan secara jelas menyatakan niat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel di masa depan," ujarnya.

Deklarasi ini turut disetujui oleh negara-negara Barat seperti Prancis, Inggris, dan Kanada. Israel dan Amerika Serikat tidak berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Selain itu, dokumen tersebut juga membuka kemungkinan penempatan pasukan asing di Gaza untuk menstabilkan wilayah tersebut setelah pertempuran berakhir.

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis Selasa malam (29/7), 15 negara Barat, termasuk Prancis dan Spanyol, menegaskan dukungan mereka terhadap visi solusi dua negara. Dari negara-negara tersebut, sembilan di antaranya menyatakan kesiapan untuk mengakui Palestina di masa depan.

Pada kesempatan lain, survei terbaru dari Gallup menunjukkan hanya 32 persen orang Amerika yang menyetujui tindakan militer Israel di Gaza. Dilansir dari Al Jazeera, hasil survei ini menunjukkan penurunan 10 poin warga yang mendukung agresi itu. Sekitar 60 persen warga menyatakan tidak setuju tindakan militer Israel di Gaza.

Direktur Critical Issues Poll Shibley Telhami mengatakan bahwa survei ini menggambarkan ketidakpuasan terhadap Israel yang dianggap melampaui batas saat perang di Gaza. "Yang kita saksikan di sini adalah menguatnya paradigma generasi di kalangan anak muda Amerika yang kini memandang kengerian di Gaza seperti menggambarkan karakter Israel itu sendiri," ujar Telhami.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore