
Warga mengungsi di Thailand menyusul bentrokan senjata di perbatasan dengan Kamboja pada Kamis (24/7) (Dok. Xinhua/ANTARA)
JawaPos.com - Ketegangan antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan terus memanas. Bahkan, konflik bersenjata itu telah menewaskan 32 orang orang dan membuat ratusan warga sekitar perbatasan mengungsi.
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menduga memanasnya hubungan bilateral antara Thailand dan Kamboja dipicu sengketa wilayah perbatasan.
Ia menyerukan agar Indonesia bersama ASEAN segera mengambil peran strategis dalam meredakan ketegangan tersebut melalui mekanisme diplomasi regional.
"Karena penyebabnya soal perbatasan, saya menyarankan sebaiknya kedua kepala negara, Kamboja dan Thailand, segera diundang oleh Ketua ASEAN, yaitu Malaysia. Sekretariat ASEAN perlu difungsikan untuk memediasi dan mendamaikan kedua pihak secara regional," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Minggu (27/7).
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja mencuat sejak Mei lalu, menyusul insiden baku tembak di wilayah sengketa Segitiga Zamrud, area pertemuan antara perbatasan Thailand, Kamboja, dan Laos.
Hasanuddin mendorong ASEAN untuk tidak tinggal diam. Ia menilai pentingnya inisiatif pertemuan khusus tingkat kepala negara jika konflik tidak mereda dalam waktu dekat.
"Jika diperlukan, ASEAN harus mengadakan pertemuan khusus di tingkat kepala negara untuk menyelesaikan sengketa ini secara damai dan konstruktif," tegasnya.
Ia pun menekankan, Indonesia sebagai negara besar di kawasan harus mengambil tanggung jawab moral dan strategis. Menurut dia, Indonesia memiliki kapasitas untuk melobi dan menjembatani komunikasi antarnegara yang berseteru.
"Sebagai negara besar dan berpengaruh di ASEAN, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam menjembatani komunikasi antara Kamboja dan Thailand. Baik melalui diplomasi bilateral maupun dalam kerangka ASEAN," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah di kawasan seharusnya dilakukan oleh negara-negara anggota ASEAN sendiri. Menurut Hasanuddin, hal itu penting demi menjaga kohesi internal dan meningkatkan kredibilitas ASEAN di mata dunia internasional.
"Masalah antarnegara ASEAN harus diselesaikan oleh ASEAN sendiri. Ini penting untuk menjaga keutuhan dan kredibilitas ASEAN dalam menghadapi tantangan kawasan," pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
