Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 03.54 WIB

Lima Hal yang Menjadi Sorotan Konflik Pertempuran Antara Perbatasan Thailand dan Kamboja

Situasi pertempuran perbatasan Thailand dan Kamboja di distrik Kantharalak, Provinsi Sisaket, Thailand. (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Ketegangan antara Thailand dan Kamboja meningkat menjadi konflik bersenjata paling mematikan dalam lebih dari satu dekade.

Ribuan warga mengungsi, puluhan orang tewas, dan masing-masing negara saling menuduh sebagai pemicu pertempuran.

Berikut ini lima sorotan publik yang merangkum eskalasi konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, seperti dilansir dari laman Al-Jazeera pada Sabtu (26/7).

  1. Pertempuran Meletus dan Korban Jiwa Berjatuhan

Pertempuran bersenjata antara Thailand dan Kamboja pecah di sekitar kuil Prasat Ta Moan Thom. Sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas, mayoritas warga sipil dari kedua negara.

Thailand menyatakan 19 orang tewas, termasuk seorang anak, sementara Kamboja melaporkan 13 korban jiwa. Total lebih dari 130 orang terluka dalam insiden yang memicu evakuasi massal di wilayah perbatasan.

  1. Tuduhan Saling Serang dan Serangan Udara Thailand

Thailand menuduh Kamboja memulai serangan dengan menembakkan roket ke pos militer dan pemukiman warga. Sebagai tanggapan, militer Thailand meluncurkan serangan udara menggunakan enam jet tempur F-16.

Serangan tersebut menghancurkan dua target militer Kamboja, menurut klaim militer Thailand. Kamboja membantah tuduhan tersebut dan menyatakan hanya membela diri setelah provokasi dari Thailand.

  1. Penutupan Perbatasan dan Krisis Pengungsi

Thailand mengumumkan darurat militer di delapan distrik dan menutup seluruh perlintasan perbatasan dengan Kamboja. Lebih dari 138.000 warga Thailand dievakuasi, termasuk pasien rumah sakit.

Di sisi lain, lebih dari 20.000 warga Kamboja mengungsi dari provinsi Preah Vihear. Pemerintah kedua negara menyiapkan ratusan tempat penampungan darurat bagi para pengungsi.

  1. Ketegangan Diplomatik dan Respons Internasional

Thailand dan Kamboja saling putus hubungan diplomatik dan saling menyalahkan atas pelanggaran wilayah.

Kamboja mengajukan permintaan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, menuduh Thailand melanggar hukum internasional.

Amerika Serikat dan Tiongkok menyuarakan keprihatinan serta meminta kedua pihak menahan diri. ASEAN melalui Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengupayakan mediasi untuk menghentikan konflik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore