
Roket BM-21 yang ditembak dari Kamboja mengenai stasiun pengisian bahan bakar PTT di Ban Phue (Dok. X @ThaiEnquirer)
JawaPos.com - Di tengah memanasnya konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Kamboja.
Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk perlindungan dini terhadap potensi dampak konflik yang dapat mengancam keselamatan WNI, terutama yang tinggal di dekat area perbatasan.
"KBRI meminta seluruh WNI untuk tetap tenang dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan secara aktif," jelas KBRI Kamboja melalui pengumuman resminya.
WNI juga diminta menghindari atau membatasi perjalanan ke wilayah yang terdampak langsung oleh konflik bersenjata, serta terus mengikuti perkembangan situasi keamanan melalui sumber-sumber resmi, seperti otoritas Kamboja, media kredibel, dan kanal komunikasi KBRI Phnom Penh.
Sebagai langkah penting lainnya, KBRI mengimbau seluruh WNI untuk segera melakukan lapor diri melalui portal Peduli WNI di www.peduliwni.kemlu.go.id. Hal ini untuk mempermudah komunikasi dan pendataan jika terjadi situasi darurat.
KBRI Phnom Penh juga menyatakan akan terus memantau dinamika konflik dan meningkatkan komunikasi intensif dengan komunitas WNI di berbagai provinsi. Untuk keperluan bantuan atau pertanyaan, dua saluran hotline telah disiapkan: +855 12 813 282 untuk Pelindungan WNI dan +855 61 844 661 untuk layanan Konsuler.
Sebagaimana diketahui, konflik antara Thailand dan Kamboja bukanlah hal baru. Ketegangan antara kedua negara sering kali berakar pada sengketa wilayah di sekitar Kuil Preah Vihear, sebuah situs warisan dunia UNESCO yang terletak di perbatasan.
Meskipun Mahkamah Internasional telah menetapkan pada 1962 bahwa kuil tersebut secara hukum berada di wilayah Kamboja, klaim terhadap lahan di sekitarnya masih menjadi sumber perselisihan.
Ketegangan kembali meningkat pada pertengahan 2023 ketika terjadi bentrokan bersenjata di dekat perbatasan, menewaskan beberapa personel militer dan memaksa evakuasi ribuan warga sipil dari kedua sisi.
Pada Juli 2025, laporan menyebutkan terjadi lagi serangkaian tembakan artileri yang diduga melibatkan pasukan kedua negara, memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka.
Pemerintah Thailand menyebut bentrokan tersebut sebagai pelanggaran wilayah, sementara pihak Kamboja menuduh provokasi militer dari utara. Situasi ini masih sangat dinamis, dan upaya diplomatik regional tengah diupayakan untuk meredakan ketegangan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
