
Perbatasan Thailand dan Kamboja. (AP/Royal Thai Army)
JawaPos.com - Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memanas. Lebih dari 130 ribu warga sipil di wilayah perbatasan Thailand terpaksa dievakuasi, menyusul bentrokan bersenjata paling berdarah dalam lebih dari satu dekade antara kedua negara.
Peringatan keras pun dilontarkan oleh penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, bahwa konflik ini bisa berkembang menjadi perang terbuka jika tidak segera diredam.
Dalam dua hari terakhir, bentrokan tercatat terjadi di 12 titik perbatasan. Thailand menuduh pasukan Kamboja meluncurkan serangan artileri berat, termasuk dengan sistem roket BM-21 yang menghantam wilayah sipil.
Militer Thailand mengklaim telah merespons dengan 'tembakan pendukung sesuai situasi taktis'. Demikian mengutip Guardian, Jumat (25/7).
Hingga Jumat (25/7), Thailand melaporkan 15 korban tewas, 14 di antaranya warga sipil termasuk seorang anak berusia delapan tahun. Di Kamboja, korban juga berjatuhan.
Pejabat lokal di Provinsi Oddar Meanchey menyebut satu orang tewas, lima terluka, dan lebih dari 1.500 keluarga mengungsi. Bahkan, sebuah rumah sakit di Provinsi Surin dilaporkan terkena serangan, yang oleh Menteri Kesehatan Thailand disebut sebagai kejahatan perang.
Namun perlu diketahui, konflik ini bukan hal baru. Ketegangan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung lama akibat klaim tumpang tindih di sepanjang 817 km perbatasan, terutama karena interpretasi berbeda atas peta peninggalan kolonial.
Ketegangan terbaru mulai terlihat sejak Mei lalu, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak singkat di area sengketa. Situasi memanas lagi pekan ini setelah lima tentara Thailand terluka akibat ledakan ranjau.
Kondisi diperparah oleh rivalitas politik antar tokoh besar di masing-masing negara. Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, ayah dari PM saat ini Paetongtarn, dan mantan penguasa Kamboja Hun Sen, yang kini digantikan anaknya, Hun Manet, saling sindir di media sosial.
Thaksin bahkan menyebut ingin 'mengajarkan pelajaran' kepada Hun Sen, yang langsung dibalas sebagai provokasi perang oleh tokoh kuat Kamboja itu.
Situasi ini menarik perhatian dunia. Amerika Serikat dan Tiongkok menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi kekerasan dan mendesak kedua belah pihak menghentikan permusuhan. Dewan Keamanan PBB pun dijadwalkan menggelar pertemuan darurat membahas konflik ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan resolusi damai. Inggris bahkan telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya untuk menghindari kawasan perbatasan kedua negara.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
