
Roket BM-21 yang ditembak dari Kamboja mengenai stasiun pengisian bahan bakar PTT di Ban Phue (Dok. X @ThaiEnquirer)
JawaPos.com - Ketegangan lama antara Thailand dan Kamboja kembali meledak. Bentrokan bersenjata yang terjadi di wilayah perbatasan telah menewaskan sejumlah warga sipil dan memicu krisis diplomatik serius.
Thailand dan Kamboja terlibat dalam bentrokan militer berdarah di sepanjang perbatasan kedua negara pada Kamis (24/7). Menurut laporan AP News, insiden ini menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil dan melukai lebih dari 14 orang di tiga provinsi perbatasan.
Bentrokan pertama terjadi pada pagi hari di dekat kuil kuno Ta Muen Thom yang terletak di antara Provinsi Surin (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja). Thailand mengklaim bentrokan dimulai setelah terdeteksi drone dan pasukan Kamboja bersenjata bergerak mendekat.
Militer Thailand merespons dengan serangan udara ke target-target militer di Kamboja.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kamboja menuding Thailand sebagai pihak yang lebih dulu menggunakan drone dan menembak. Pihak Kamboja menyatakan tindakannya murni sebagai pertahanan diri terhadap pelanggaran wilayah.
Kementerian Luar Negeri Thailand menuduh Kamboja menyerang fasilitas militer dan sipil, termasuk sebuah rumah sakit dan menegaskan hak membela diri sesuai hukum internasional.
Juru bicara kementerian, Nikorndej Balankura menyebut Kamboja harus bertanggung jawab atas pelanggaran kedaulatan tersebut.
AP News juga melaporkan bahwa sebagai dampak lanjutan, kedua negara menurunkan hubungan diplomatik ke level terendah. Thailand mengusir duta besar Kamboja dan Kamboja membalas dengan langkah serupa.
Thailand bahkan menutup seluruh pintu perbatasan darat.
Insiden ini juga dipicu oleh ledakan ranjau darat yang sebelumnya melukai lima tentara Thailand. Pemerintah Thailand menuding ranjau-ranjau tersebut baru dipasang dan berasal dari luar.
Namun, Kamboja membantah tuduhan itu dan menyebut masih banyak ranjau sisa konflik abad ke-20 di kawasan tersebut.
Masalah perbatasan Thailand-Kamboja memang bukan hal baru. Konflik serupa pernah terjadi di sekitar kuil Preah Vihear, sebuah situs warisan budaya yang telah lama disengketakan.
Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan wilayah kuil tersebut berada di bawah kedaulatan Kamboja, namun putusan itu masih menjadi sumber ketegangan hingga kini.
Krisis perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah melebar ke ranah diplomatik dan kemanusiaan. Korban sipil berjatuhan, hubungan diplomatik memburuk, dan stabilitas kawasan terguncang.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
