Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 23.56 WIB

Israel Semakin Menggila, Daerah Aman Terakhir pun Diserang

Deir al-Balah setelah serangan militer Israel pada Senin (21/7), menunjukkan dampak kehancuran di kawasan padat pengungsi dan lokasi fasilitas utama WHO di Gaza (Dok. The Guardian) - Image

Deir al-Balah setelah serangan militer Israel pada Senin (21/7), menunjukkan dampak kehancuran di kawasan padat pengungsi dan lokasi fasilitas utama WHO di Gaza (Dok. The Guardian)

JawaPos.com - Salah satu yang tidak boleh diserang dalam perang adalah tenaga medis dan jurnalis. Namun, Israel telah menyerang tempat tinggal staf dan gudang utama badan kesehatan dunia (WHO) di Gaza.

Pada Senin (21/7) waktu setempat, tank-tank Israel memasuki distrik selatan dan timur Deir al-Balah. Ini adalah kali pertama wilayah itu diserang.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (22/7), tempat tinggal staf WHO sempat diserang sebanyak tiga kali dengan serangan udara. Korbannya adalah keluarga dan anak-anak para staf WHO. Empat orang juga ditahan.

WHO menyatakan penyerangan ini membahayakan operasinya di Gaza. Apalagi gudang utama mereka juga menjadi sasaran.

"Militer Israel memasuki lokasi, memaksa perempuan dan anak-anak untuk mengungsi dengan berjalan kaki menuju al-Mawasi di tengah konflik yang sedang berlangsung. Staf pria dan anggota keluarga diborgol, ditelanjangi, diinterogasi di tempat, dan diperiksa dengan todongan senjata," kata WHO dalam pernyataannya di X.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom pun memberikan atensi. Dia meminta stafnya yang ditahan segera dibebaskan dan diberikan perlindungan.

Deir al-Balah diyakini pihak Israel sebagai tempat para sandera ditahan. Sehingga mereka menggerakan tank-tanknya. Rumah dan masjid jadi sasaran.

Tiga warga Palestina tewas. Jumlah ini menambah daftar tewas karena serangan Israel. Dalam 24 jam terakhir, setidaknya ada 130 warga Palestina meninggal akibat serangan di seluruh wilayah.

Deir al-Balah dipenuhi warga Palestina yang mengungsi selama lebih dari 21 bulan karena perang. Wilayah tersebut juga merupakan pusat utama upaya kemanusiaan. Potensi kelaparan mengancam warga di daerah itu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terkejut dengan semakin memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza. Deir al-Balah disebut sebagai daerah terakhir yang jadi harapan untuk menyelamatkan warga. Namun kini diserang.

"Israel memiliki kewajiban untuk mengizinkan dan memfasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi kemanusiaan lainnya," ujarnya.

Kutukan kepada Israel datang dari Australia. Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyebut pengeboman yang dilakukan Israel tidak dibenarkan. Australia kini bergabung dengan 27 negara lain yang mengecam Israel karena menolak bantuan kepada Palestina.

"Kita telah melihat terlalu banyak gambar anak-anak yang terbunuh, pembantaian yang mengerikan, dan pengeboman gereja. Gambar-gambar yang kita lihat menunjukkan dengan jelas bahwa banyak dari hal ini tidak dapat dibenarkan," katanya.

Ada pernyataan internasional yang ditandatangani Australia bersama negara lain seperti Inggris, Prancis, dan Jepang. Dalam pernyataan itu tertulis model penyaluran bantuan yang selama ini dilakukan pemerintah Israel berbahaya dan memicu ketidakstabilan.

Israel telah mengganggu rantai pasok air dan pangan di Gaza. Mereka juga menyerukan agar perang segera diakhiri dengan tanpa syarat.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore