
Ilustrasi peringatan di pantai Florida. (wirestock/Freepik).
JawaPos.com - Florida kembali diguncang oleh meningkatnya kasus infeksi bakteri pemakan daging yang mematikan, Vibrio vulnificus. Tahun ini saja, empat orang telah meninggal dunia akibat bakteri langka ini.
Laporan terbaru menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan, terlebih setelah badai besar melanda wilayah tersebut.
Departemen Kesehatan Florida mengonfirmasi bahwa hingga pertengahan tahun 2025, telah terjadi 11 kasus infeksi bakteri Vibrio vulnificus di wilayah Bay, Broward, Hillsborough, dan St. Johns. Empat dari kasus tersebut berujung pada kematian.
Bakteri ini dikenal sebagai bakteri pemakan daging karena dapat menyebabkan necrotizing fasciitis, yaitu infeksi serius yang menghancurkan jaringan tubuh.
Menurut dr. Daniel Egan, spesialis penyakit infeksi dari Orlando Health, bakteri ini tumbuh di air asin atau payau dan biasanya menginfeksi tubuh melalui luka terbuka atau konsumsi kerang mentah.
“Bakteri ini hidup di air asin dan sangat berbahaya jika masuk ke tubuh manusia,” ujarnya dikutip The Independent, Jumat (18/7).
Gejala infeksi pada umumnya berupa muntah, diare, demam, dan menggigil. Namun pada penderita dengan sistem imun lemah, infeksi bisa berkembang menjadi sepsis, menyebabkan syok, lesi kulit, bahkan amputasi.
Tingkat kematian dari infeksi yang menyerang aliran darah mencapai 50 persen.
Lonjakan kasus tertinggi tercatat tahun lalu, dengan 82 kasus dan 19 kematian, meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini diduga terkait dengan dampak badai Milton dan Helene, yang menyebabkan air laut mengalir ke daratan dan mencemari air tawar.
Dr. Kami Kim dari Tampa General Hospital juga memperingatkan bahwa gelombang badai memperbesar potensi kontaminasi di sungai dan danau.
Selain faktor cuaca ekstrem, perubahan iklim juga berperan besar dalam penyebaran bakteri ini. Suhu laut yang kian meningkat akibat pemanasan global mendukung pertumbuhan bakteri, serta memicu badai yang lebih sering dan kuat.
Studi terbaru bahkan menemukan bahwa bakteri Vibrio kini mulai beradaptasi dengan menempel pada mikroplastik dan ganggang laut berbau (sargassum) yang banyak ditemukan di pantai Florida.
Masyarakat diminta waspada dan menghindari konsumsi kerang mentah serta tidak membiarkan luka terbuka terpapar air laut hangat atau payau.
Penggunaan sarung tangan dan pelindung saat berada di perairan juga disarankan. Meski kasusnya langka, potensi kematian yang tinggi membuat infeksi Vibrio vulnificus menjadi ancaman serius, terlebih di tengah perubahan iklim seperti sekarang.
**

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
