
Kendaraan militer bermanuver di Gaza, dilihat dari sisi perbatasan Israel, 10 Juni 2025. (Dok Reuters/Amir Cohen)
JawaPos.com - Serangan udara Israel kembali memicu gelombang kemarahan dan kepedihan di Gaza setelah sebuah kafe pantai yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya aktivis, jurnalis, dan warga sipil dilaporkan hancur rata oleh rudal.
Sedikitnya 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan yang terjadi Senin malam di wilayah barat Gaza.
Ledakan itu menghantam Al-Baqa Cafeteria, sebuah tempat terbuka yang dibangun dari tenda-tenda sederhana di tepi pantai.
Di sanalah para jurnalis dan pekerja daring sering memanfaatkan koneksi internet dan udara terbuka untuk bekerja, tempat yang kini berubah menjadi kuburan massal. "Saya sedang dalam perjalanan ke kafe itu, hanya beberapa meter lagi, ketika ledakan besar terjadi," kata Aziz Al-Afifi, seorang juru kamera dari perusahaan produksi lokal kepada BBC, dikutip Selasa 91/7).
"Saya lari ke tempat kejadian. Teman-teman saya ada di sana, orang-orang yang saya temui setiap hari. Pemandangannya mengerikan, tubuh-tubuh berserakan, darah, teriakan di mana-mana," ungkapnya.
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan momen detik-detik rudal menghantam lokasi, diikuti kobaran api dan tubuh-tubuh tergeletak tanpa nyawa di atas pasir pantai.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza yang dikelola Hamas mengatakan kepada BBC bahwa petugas masih mencari korban lain dari kawah dalam yang ditinggalkan ledakan.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari militer Israel mengenai serangan itu.
Serangan ini terjadi bersamaan dengan gelombang serangan udara Israel ke sejumlah titik padat penduduk di Gaza, yang memaksa ratusan keluarga mengungsi di tengah malam.
Lima jenazah ditemukan di Kamp Al Shati di sebelah barat Gaza City, dan puluhan warga sipil dievakuasi ke RS Al-Ahli.
Wilayah timur kota seperti Shujaiya, Tuffah, dan Zeitoun menjadi sasaran utama. Salah satu serangan bahkan menghantam sebuah sekolah di Zeitoun yang digunakan sebagai tempat pengungsian.
Rekaman lainnya di media sosial menunjukkan langit malam Gaza yang diterangi cahaya ledakan dan asap tebal menjulang tinggi.
"Ledakannya tidak berhenti… rasanya seperti gempa bumi," kata Salah, 60 tahun, warga Gaza City kepada Reuters.
"Di berita kami dengar gencatan senjata sudah dekat, tapi di lapangan yang kami lihat hanya kematian dan ledakan."
Serangan ini terjadi di tengah tekanan internasional yang meningkat terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera menyepakati gencatan senjata dengan Hamas.
Beberapa hari lalu, Presiden AS Donald Trump menyebut dalam unggahan media sosial bahwa Netanyahu sedang merundingkan kesepakatan dengan Hamas 'saat ini juga'.
Sebelumnya, upaya gencatan senjata selama dua bulan yang dimulai pada 19 Januari telah gagal total sejak Israel melancarkan kembali serangan di bulan Maret.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
