
Kamp tenda bagi warga Palestina yang mengungsi membentang di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di bagian barat Kota Gaza, Sabtu (21/6/2025).
JawaPos.com - Tensi ketegangan di Timur Tengah masih tinggi walaupun Iran dan Israel sudah mengumumkan gencatan senjata. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan ultimatum keras kepada Israel dan Amerika Serikat.
Dalam pidato yang disiarkan langsung oleh televisi nasional Iran, Khamenei memperingatkan bahwa “semua pangkalan AS di kawasan” bisa menjadi target berikutnya jika serangan brutal terhadap Gaza terus berlanjut.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan tragis dari Gaza yang kembali luluh lantak oleh serangan udara Israel pada Jumat pagi. Sedikitnya 51 orang tewas dalam serangan terbaru, termasuk 14 di wilayah utara Gaza, menurut keterangan rumah sakit yang dikutip Al Jazeera.
“Kami tidak akan diam jika kekejaman ini diteruskan. Kesabaran rakyat Iran ada batasnya,” ujar Khamenei.
Ia sekaligus memuji keberanian pasukan bersenjata Iran yang beberapa waktu lalu membalas dengan rudal ke wilayah Israel, sebuah serangan yang menewaskan sedikitnya 28 orang menurut laporan resmi.
Sementara itu, pemerintah Iran mengkonfirmasi angka korban dalam negeri akibat serangan Israel mencapai 627 jiwa, dengan lebih dari 4.800 lainnya terluka.
Di sisi lain, data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat jumlah korban di wilayah kantong Palestina itu kini mencapai 56.156 orang tewas dan lebih dari 132.000 luka-luka sejak agresi dimulai.
Menyikapi memuncaknya konflik, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa pejabat tinggi AS dan Iran akan menggelar pembicaraan minggu depan.
Namun, langkah diplomatik itu dibayangi oleh keputusan Dewan Penjaga Revolusi Iran yang menyatakan penghentian kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sinyal keras bahwa Iran tak lagi mau tunduk pada tekanan internasional.
Tragedi juga kembali terjadi di wilayah al-Mawasi, Gaza selatan, yang oleh militer Israel sebelumnya disebut sebagai "zona aman".
Serangan udara Israel menghantam sebuah kendaraan sipil, menewaskan lima warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Al-Mawasi telah berulang kali menjadi sasaran, meski statusnya sebagai tempat perlindungan sipil.
Di tengah kehancuran dan kekurangan akut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja berhasil mengirimkan bantuan medis pertamanya sejak 2 Maret ke Gaza.
Sembilan truk bermuatan suplai medis, termasuk 2.000 kantong darah dan 1.500 unit plasma, akhirnya melintasi perbatasan. Tapi Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut bantuan itu "hanya setetes di lautan penderitaan".
Empat truk bantuan lainnya masih tertahan di perbatasan Karem Abu Salem, sementara ribuan korban luka di Gaza masih menanti pengobatan dan pertolongan di tengah reruntuhan.
Perang ini belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. Tapi dunia kini menanti: apakah ultimatum Iran akan berubah menjadi aksi militer besar-besaran?

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
