Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 22.15 WIB

Tim Boeing dan Pakar Internasional Terjun Langsung Selidiki Kecelakaan Air India di Ahmedabad

Detik-detik kecelakaan pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI-171. (ETV Bharat) - Image

Detik-detik kecelakaan pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI-171. (ETV Bharat)

JawaPos.com - Tim ahli dari Boeing telah diterbangkan langsung ke India untuk membantu penyelidikan atas kecelakaan pesawat Air India Boeing 787 di Ahmedabad. 

Penyidikan ini dipimpin oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India (AAIB), dan turut melibatkan pejabat dari Inggris dan Amerika Serikat, mengingat pesawat tersebut buatan AS dan mengangkut sejumlah penumpang asal Inggris.

Insiden tragis ini memunculkan kembali sorotan terhadap Boeing, setelah pesawat tipe Dreamliner itu mengalami penurunan ketinggian yang tak terduga sesaat setelah lepas landas. Padahal, model Boeing 787 telah beroperasi lebih dari satu dekade dan dikenal sebagai salah satu produk andalan pabrikan AS tersebut.

Sebagai tanda keseriusan, dua petinggi Boeing, CEO Kelly Ortberg dan kepala divisi pesawat komersial Stephanie Pope, mengumumkan pembatalan keikutsertaan mereka di Paris Airshow pekan depan. 

Acara bergengsi itu biasanya menjadi ajang penting untuk mengumumkan pemesanan pesawat baru. "Kami memilih tetap bersama tim dan fokus pada pelanggan serta investigasi yang sedang berlangsung," tulis mereka dalam pesan internal kepada staf dilansir via Guardian.

Dalam pernyataan publik, Ortberg menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh kepada tim penyidik India. Fokus investigasi saat ini diarahkan pada beberapa kemungkinan penyebab, termasuk kesalahan pilot, gangguan mesin, atau serangan burung. 

Beberapa rekaman video memperlihatkan roda pendaratan pesawat yang tidak sempat ditarik serta posisi flap sayap yang tampak tidak biasa untuk fase lepas landas. Hal ini menimbulkan dugaan awal adanya kegagalan dorongan atau mesin.

Menyusul insiden ini, otoritas penerbangan India menginstruksikan Air India untuk melakukan inspeksi tambahan terhadap 33 unit Boeing 787 lainnya dalam armada mereka. Namun, sejauh ini belum ada keputusan untuk mengandangkan seluruh armada Dreamliner.

Sesuai protokol internasional dalam Annex 13, Boeing menyerahkan kewenangan penyidikan kepada AAIB India, namun tetap wajib melibatkan otoritas penerbangan dari negara produsen (AS) dan negara asal sebagian penumpang (Inggris). 

Selain itu, tim dari GE Aerospace—pemasok mesin pesawat AI171, juga turut diterjunkan ke India untuk menganalisis data teknis. GE bahkan membatalkan acara investor day mereka yang dijadwalkan bersamaan dengan Paris Airshow sebagai bentuk prioritas terhadap penyelidikan ini.

Harapan untuk mengungkap penyebab kecelakaan mulai muncul setelah dilaporkan bahwa perangkat black box telah ditemukan. 

Graham Braithwaite, profesor penerbangan dari Cranfield University di Inggris, mengatakan bahwa cockpit voice recorder dan flight data recorder akan sangat membantu dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi, selama kondisinya tidak rusak.

Menurut Braithwaite, menjaga keutuhan bukti selama proses evakuasi dan investigasi merupakan tahap paling krusial. "Penyidikan ini bisa melibatkan para ahli dari pabrikan atau operator, namun harus dilakukan di bawah pengawasan ketat demi menjaga independensi proses investigasi," tegasnya.

Dengan banyaknya pihak yang turun tangan, publik kini menanti dengan penuh harap jawaban atas misteri di balik jatuhnya pesawat ini, sebuah peristiwa yang tak hanya mengguncang dunia penerbangan India, tetapi juga menguji kredibilitas raksasa penerbangan dunia seperti Boeing.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore