
Pasukan Garda Nasional diterjukan untuk mengatasi ricuh di Los Angeles. (NPR)
JawaPos.com - Pengerahan ribuan personel Garda Nasional California dan marinir ke Los Angeles untuk mengamankan protes antipemerintah memicu keresahan di kalangan pasukan. Sejumlah anggota militer dilaporkan mengeluhkan penugasan tersebut kepada keluarga dan organisasi advokasi. Mereka menyebut penugasan ini tidak semestinya dilakukan.
Dilansir dari The Guardian, tiga organisasi keluarga militer menyatakan menerima puluhan laporan dari personel aktif yang menyatakan ketidaknyamanan mereka karena dilibatkan dalam operasi domestik di luar misi militer pada umumnya. “Sentimen yang berlaku saat ini adalah bahwa pengerahan kekuatan militer terhadap komunitas kita sendiri bukanlah bentuk keamanan nasional yang kita harapkan,” kata Sarah Streyder dari Secure Families Initiative.
4.000 pasukan Garda Nasional dan 700 marinir dikerahkan atas perintah langsung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pengerahan itu tanpa persetujuan Gubernur California Gavin Newsom. Trump menyebut Los Angeles bisa dihancurkan oleh pengunjuk rasa dan menggambarkan kota itu sebagai tumpukan sampah.
Namun, laporan lapangan menunjukkan protes berjalan relatif damai dan terbatas di sekitar gedung federal. Keterlibatan pasukan federal juga minim, dengan sebagian besar hanya ditempatkan untuk menjaga gedung dan mendampingi operasi imigrasi.
Sementara Newsom menyebut pengerahan pasukan itu sebagai tindakan provokatif dan mengkritik kondisi yang dihadapi para prajurit. Sebuah foto yang beredar menunjukkan anggota Garda Nasional tidur di lantai dermaga beton tanpa alas tidur. Laporan media juga menyebut keterbatasan fasilitas dasar seperti penginapan, toilet portabel, hingga makanan dan air minum.
Ketidakpuasan juga datang dari lingkungan marinir. Janessa Goldbeck dari Vet Voice Foundation mengatakan para marinir adalah bahwa mereka hanya pion politik. “Banyak yang khawatir mereka sedang disiapkan untuk gagal,” ujarnya.
Secara hukum, personel aktif dilarang berbicara terbuka soal penugasannya. Namun, organisasi seperti Secure Families Initiative menyatakan menerima banyak keluhan melalui anggota keluarga. Seorang anggota Garda Nasional bahkan menggambarkan misi ini sebagai pengalaman buruk. Terutama jika dibandingkan dengan penugasan positif seperti bantuan kebakaran hutan atau vaksinasi Covid-19.
Dua jajak pendapat terbaru dari YouGov dan Washington Post menunjukkan mayoritas publik menolak pengerahan pasukan militer dalam kerusuhan di Los Angeles ini. Mereka juga menyoroti kebijakan imigrasi pemerintah Trump yang memicu ketegangan. (lyn)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
