Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 21.25 WIB

Rusia Luncurkan Serangan Udara Terbesar ke Ukraina, 12 Tewas Termasuk Anak-anak

Rumah yang rusak akibat serangan Rusia di Ukraina. (Dok. AP Photo/Evgeniy Maloletka) - Image

Rumah yang rusak akibat serangan Rusia di Ukraina. (Dok. AP Photo/Evgeniy Maloletka)

JawaPos.com - Rusia meluncurkan serangan udara terbesar ke Ukraina dengan total 367 drone dan rudal ditembakkan ke berbagai kota, termasuk ibu kota Kyiv, pada malam hari waktu setempat.

Melansir dari Reuters pada Senin (26/5), menurut laporan otoritas setempat serangan brutal ini menewaskan sebanyak 12 orang dan puluhan orang mengalami luka-luka. Tiga dari korban tewas adalah anak-anak yang berada di wilayah utara Zhytomyr.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menyebut serangan itu sebagai aksi gabungan yang "kejam dan ditujukan kepada warga sipil".

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy kembali menyerukan kepada Amerika Serikat dan komunitas internasional untuk bertindak tegas terhadap serangan Rusia. Ia menyoroti sikap publik AS yang dinilainya "melunak" sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden.

"Diamnya Amerika, diamnya dunia, hanya mendorong Putin untuk terus melancarkan teror," tulis Zelenskyy di akun Telegram resminya dikutip dari Reuters.

Ia juga menegaskan bahwa setiap serangan Rusia merupakan alasan kuat untuk menjatuhkan sanksi baru.

Donald Trump, dalam pernyataan terbarunya di New Jersey sebelum kembali ke Gedung Putih, mengaku kecewa dengan aksi Rusia.

"Saya tidak senang dengan apa yang dilakukan Putin. Dia membunuh banyak orang. Saya tidak suka itu sama sekali," ujarnya dikutip dari Reuters.

Setibanya di Washington, Trump menambahkan komentar melalui media sosial.

"Putin telah benar-benar GILA!" tulisnya.

Meski mengkritik Putin, Trump juga menyerang Presiden Zelenskyy. Ia menyebut bahwa sikap dan pernyataan Zelenskyy justru memperburuk keadaan.

"Segala hal yang keluar dari mulutnya menimbulkan masalah. Saya tidak suka, dan itu sebaiknya dihentikan," tulis Trump.

Serangan ini terjadi bertepatan dengan rencana pertukaran tahanan tahap akhir antara Ukraina dan Rusia, di mana masing-masing pihak akan menukar 1.000 orang.

Utusan Khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg, menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan "pelanggaran nyata" terhadap Protokol Perdamaian Jenewa tahun 1977. Ia menyerukan gencatan senjata segera.

Melansir dari Channel News Asia (CNA) pada Senin, (26/5), Profesor hubungan internasional dari Universitas Toronto, Aurel Braun, menyebut bahwa bahasa Trump terhadap Putin terdengar seperti sedang berbicara tentang seorang teman.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore