Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 12.56 WIB

Diduga Mendapat Tekanan, Guru SMP di Korsel Ditemukan Meninggal, Usai Berulang Kali Mendapat Keluhan dari Keluarga Siswa

Markas besar kepolisian provinsi Jeju, Korea Selatan. (Dok. Kepolisian Jeju)

 
JawaPos.com - Seorang guru pria SMP di pulau Jeju, Korea Selatan (Korsel) ditemukan tewas di lingkungan sekolah pada Kamis dini hari (22/5).
 
Guru tersebut diduga menghadapi tekanan dan pengaduan berkelanjutan dari keluarga seorang siswa, yang mendorong penyelidikan oleh polisi serta otoritas pendidikan.
 
Menurut kepolisian Jeju dan Kantor Pendidikan Provinsi Jeju, jasad seorang guru berusia 40-an ditemukan sekitar pukul 00.46 dini hari di dalam gedung sekolah. 
 
Dikutip dari Korea Times, guru tersebut telah bekerja di sekolah tersebut selama lebih dari 20 tahun.
 
Pencarian dimulai setelah istrinya menemukan catatan bunuh diri, di kantor staf sekolah dan melaporkan bahwa dia hilang. 
 
Petugas polisi kemudian menemukan jasadnya, saat melakukan pencarian di halaman sekolah.
 
Pihak berwenang meyakini, guru tersebut mengalami tekanan yang signifikan akibat banyaknya keluhan dari keluarga seorang siswa di kelasnya.
 
Dia telah memberikan arahan kepada siswa tersebut, yang sering tidak masuk sekolah. 
 
Namun keluarga siswa tersebut, mengajukan banyak keluhan kepada sekolah dan kantor pendidikan provinsi.
 
Menurut perwakilan sekolah, keluarga tersebut juga menghubungi guru tersebut secara langsung melalui telepon pribadinya.
 
Keluarga tersebut berulang kali mempertanyakan sikapnya, dan menuduhnya melakukan kekerasan verbal.
 
Polisi sedang menyelidiki penyebab kematian tersebut, sementara kantor pendidikan provinsi telah meluncurkan penyelidikannya sendiri terkait keadaan seputar kasus tersebut.
 
Berita ini telah memicu kemarahan dan kesedihan di komunitas pendidikan Korea Selatan, dengan banyak kelompok guru mengeluarkan pernyataan yang menyerukan penyelidikan menyeluruh.
 
"Rincian konflik pendidikan dan beban psikologis yang dialami korban harus diungkap," kata Serikat Guru dan Pekerja Pendidikan Korea cabang Jeju dalam sebuah pernyataan.
 
Federasi Asosiasi Guru Korea dan Federasi Asosiasi Guru Jeju juga mengutuk insiden tersebut. 
 
"Sangat memilukan dan hancur, mendengar berita tragis seperti itu kurang dari seminggu setelah Hari Guru," kata mereka.
 
Mereka meminta otoritas pendidikan dan penegak hukum, untuk melakukan penyelidikan penuh dan mengambil tindakan yang tepat.
 
Kepala Sekolah Pendidikan Jeju Kim Kwang Soo mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa kantor akan melakukan segala yang dapat dilakukan untuk mencegah tragedi seperti itu, terjadi lagi di ruang kelas.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore