
Presiden FIFA, Gianni Infantino saat kongres tahunan. (AP Photo/Fernando Calistro)
JawaPos.com - Presiden FIFA Gianni Infantino jadi sorotan di Kongres Tahunan FIFA yang digelar di Paraguay, Kamis (15/5) lalu. Beberapa perwakilan asosiasi sepak bola Eropa memilih meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes atas keterlambatan Infantino.
Dilansir dari The Guardian, Infantino seharusnya memulai agenda kongres pada pukul 10.30 pagi. Namun, ia baru muncul berjam-jam kemudian setelah pulang dari lawatannya di Timur Tengah bersama Donald Trump.
Keterlambatan itu membuat geram delapan anggota Dewan FIFA dari Eropa, termasuk Presiden UEFA Alexander Čeferin dan Ketua FA Inggris Debbie Hewitt. Mereka kompak keluar dari ruangan sebagai bentuk protes.
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, juga termasuk yang memprotes aksi Infantino. Ia menyebut keterlambatan ini sebagai hal yang mengecewakan sekaligus mengkhawatirkan.
"Kongres tahunan adalah badan terpenting untuk memastikan tata kelola sepak bola internasional yang baik," ujar Klaveness dalam pernyataan resminya.
"210 asosiasi anggota telah melakukan perjalanan dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam Kongres ini di Paraguay, dengan harapan kepemimpinan profesional dan dialog di tingkat tertinggi," lanjutnya.
"Saya memahami rasa frustasi dan kekecewaan dari anggota FIFA Eropa, dan kami merasa kasihan kepada tuan rumah yang luar biasa di Paraguay. Kami sekarang mengharapkan FIFA menjelaskan situasi ini kepada para anggotanya dan memastikan bahwa suara asosiasi anggota didengar dan dihormati ke depannya," tambahnya.
Infantino sendiri diketahui lebih memilih menghadiri pertemuan politik di Timur Tengah. Ia hadir bersama para pemimpin negara tuan rumah Piala Dunia sebelumnya (Qatar), edisi mendatang (Amerika Serikat), serta Piala Dunia 2034 (Arab Saudi).
Akibat keterlambatan itu, kongres yang semestinya berlangsung pagi hari terpaksa mundur hingga tiga jam. Infantino pun beberapa kali meminta maaf saat akhirnya tiba di lokasi.
Ia berdalih keterlambatannya disebabkan oleh masalah penerbangan. Namun, ia menekankan pentingnya kehadirannya di pertemuan-pertemuan politik tersebut.
"Sebagai presiden FIFA, tanggung jawab saya adalah membuat keputusan demi kepentingan organisasi. Saya merasa perlu berada di sana untuk mewakili sepak bola dan kalian semua," kata Infantino.
Kehadiran Infantino di Timur Tengah terjadi tak lama setelah ia muncul di Gedung Putih. Di sana, ia mengikuti pertemuan perdana gugus tugas Piala Dunia 2026 bentukan pemerintahan Trump.
Di pertemuan itu, sejumlah anggota kabinet Trump sempat melontarkan candaan soal pengunjung Piala Dunia yang bakal ditahan jika melebihi masa visa. Candaan ini muncul di tengah kontroversi soal deportasi ilegal oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).
"Kami ingin mereka datang, kami ingin mereka merayakan, kami ingin mereka menonton pertandingan," kata Wakil Presiden AS JD Vance soal pengunjung Piala Dunia.
"Tapi ketika waktunya habis, mereka harus pulang. Jika tidak, mereka harus bicara dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem," ungkapnya kembali.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
