Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, di Riyadh pada Selasa (13/5). (Dok. Reuters/Brian Snyder)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana besar untuk mencabut seluruh sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Suriah.
Pengumuman ini disampaikan saat Trump menghadiri forum investasi di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (13/5) dan sebagai bentuk respons atas permintaan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman.
Dilansir dari Reuters, Trump menyatakan bahwa pencabutan sanksi bertujuan untuk memberi kesempatan baru bagi Suriah dalam membangun kembali negara mereka.
"Ini saatnya mereka bersinar. Kami akan mencopot semuanya," ujar Trump dalam pidatonya di Riyadh, Arab Saudi.
Keputusan mengejutkan ini datang menjelang pertemuan yang dijadwalkan antara Trump dengan Presiden Suriah yang baru, Ahmed al-Sharaa, yang kini berkuasa setelah tergulingnya Bashar al-Assad.
Ahmed al-Sharaa merupakan mantan komandan kelompok militan al Qaeda, yang sebelumnya dikenal sebagai pemimpin Front Nusra dan telah memutus hubungan dengan organisasi teroris sejak 2016.
Ia bahkan pernah menjalani hukuman penjara selama lima tahun di bawah pengawasan AS ketika berperang di Irak.
Meskipun keputusan Trump menuai sorotan tajam, termasuk dari Israel yang masih mencurigai afiliasi Sharaa dengan kelompok ekstremis, pemerintahan Trump menegaskan bahwa pencabutan sanksi ini sejalan dengan upaya membuka jalan baru dalam hubungan diplomatik.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dijadwalkan untuk bertemu dengan mitranya dari Suriah dalam waktu dekat sebagai bagian dari normalisasi hubungan bilateral.
Sebelumnya, sanksi-sanksi ekonomi terhadap Suriah telah diberlakukan sejak era Bashar al-Assad, dan secara efektif memutus negara dari sistem keuangan internasional.
Hal itu menyebabkan minimnya investasi dan memperlambat proses rekonstruksi pascaperang. Pencabutan sanksi oleh AS pun disambut positif oleh pemerintah Suriah.
Dalam pernyataannya kepada Reuters, Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shibani, menuturkan bahwa langkah ini sebagai titik balik penting bagi rakyat Suriah.
Shibani juga menegaskan mengenai kesiapan Damaskus untuk membangun hubungan baru dengan Washington yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan kepentingan bersama. Ia bahkan menyatakan bahwa Trump berpotensi mencetak 'kesepakatan perdamaian bersejarah' di wilayah itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
