Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 20.59 WIB

PBB Sambut Baik Keputusan Trump Hapus Sanksi Ekonomi Suriah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, di Riyadh pada Selasa (13/5). (Dok. Reuters/Brian Snyder)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana besar untuk mencabut seluruh sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Suriah.

Pengumuman ini disampaikan saat Trump menghadiri forum investasi di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (13/5) dan sebagai bentuk respons atas permintaan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman.

Dilansir dari ReutersTrump menyatakan bahwa pencabutan sanksi bertujuan untuk memberi kesempatan baru bagi Suriah dalam membangun kembali negara mereka.

"Ini saatnya mereka bersinar. Kami akan mencopot semuanya," ujar Trump dalam pidatonya di Riyadh, Arab Saudi.

Keputusan mengejutkan ini datang menjelang pertemuan yang dijadwalkan antara Trump dengan Presiden Suriah yang baru, Ahmed al-Sharaa, yang kini berkuasa setelah tergulingnya Bashar al-Assad.

Ahmed al-Sharaa merupakan mantan komandan kelompok militan al Qaeda, yang sebelumnya dikenal sebagai pemimpin Front Nusra dan telah memutus hubungan dengan organisasi teroris sejak 2016.

Ia bahkan pernah menjalani hukuman penjara selama lima tahun di bawah pengawasan AS ketika berperang di Irak.

Meskipun keputusan Trump menuai sorotan tajam, termasuk dari Israel yang masih mencurigai afiliasi Sharaa dengan kelompok ekstremis, pemerintahan Trump menegaskan bahwa pencabutan sanksi ini sejalan dengan upaya membuka jalan baru dalam hubungan diplomatik.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dijadwalkan untuk bertemu dengan mitranya dari Suriah dalam waktu dekat sebagai bagian dari normalisasi hubungan bilateral.

Sebelumnya, sanksi-sanksi ekonomi terhadap Suriah telah diberlakukan sejak era Bashar al-Assad, dan secara efektif memutus negara dari sistem keuangan internasional.

Hal itu menyebabkan minimnya investasi dan memperlambat proses rekonstruksi pascaperang. Pencabutan sanksi oleh AS pun disambut positif oleh pemerintah Suriah.

Dalam pernyataannya kepada Reuters, Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shibani, menuturkan bahwa langkah ini sebagai titik balik penting bagi rakyat Suriah.

Shibani juga menegaskan mengenai kesiapan Damaskus untuk membangun hubungan baru dengan Washington yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan kepentingan bersama. Ia bahkan menyatakan bahwa Trump berpotensi mencetak 'kesepakatan perdamaian bersejarah' di wilayah itu.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore