
Paus Leo XIV saat memimpin doa Regina Coeli. (Vatikan News).
JawaPos.com - Dalam momen perdananya memimpin doa Regina Coeli sebagai Uskup Roma, Paus Leo XIV menyampaikan seruan moral yang kuat kepada dunia: hentikan segala bentuk peperangan. Dihadapan ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus, beliau menegaskan bahwa dunia sedang hidup dalam 'perang dunia ketiga yang terpecah-pecah'.
“Delapan puluh tahun yang lalu, pada 8 Mei 1945, berakhirnya Perang Dunia Kedua menandai kekalahan ideologi kejam yang menyebabkan perang dunia itu,” kata Paus dari jendela istana apostolik, dikutip dari Vatikan News, Senin (12/5).
“Namun, kita sekarang sedang menyaksikan perang dunia ketiga yang berlangsung dalam potongan-potongan,” lanjutnya.
Dalam pesannya, Paus Leo XIV menyoroti konflik yang masih berkecamuk di berbagai belahan dunia, khususnya di Ukraina dan Gaza. Ia meminta komunitas internasional untuk bekerja keras mencapai perdamaian sejati di Ukraina, termasuk membebaskan para tawanan dan memulangkan anak-anak yang diculik selama konflik.
“Saya memperbarui seruan saya untuk dibebaskannya semua tahanan dan pemulangan anak-anak yang dideportasi,” ujarnya.
Terkait situasi di Gaza, Paus menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas penderitaan warga sipil dan menyerukan gencatan senjata segera. “Saya mengimbau agar pertempuran dihentikan, bahwa akses untuk bantuan kemanusiaan dibuka, dan semua sandera dibebaskan,” kata Paus pertama dari Amerika itu.
Tak hanya menyoroti konflik, Paus Leo XIV juga menyambut gencatan senjata yang diumumkan antara India dan Pakistan. Ia berharap itu menjadi langkah awal menuju rekonsiliasi yang abadi di kawasan tersebut.
Mengakhiri pidatonya, Paus mempercayakan seluruh dunia pada doa Maria, Ratu Damai. “Semoga Dia menyampaikan kepada Putranya seruan damai umat manusia yang menderita. Khususnya bagi rakyat Ukraina dan rakyat Palestina dan Israel.”
Pesan ini menandai awal kepausan Paus Leo XIV dengan fokus kuat pada perdamaian, keadilan, dan solidaritas umat manusia—melanjutkan semangat pengabdian moral yang diwariskan oleh Paus Fransiskus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
