Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 14.57 WIB

Menuju Akhir Perang Dagang: AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan untuk Pangkas Defisit Perdagangan

Anggota delegasi Tiongkok dan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss pada (10/5). (Reuters) - Image

Anggota delegasi Tiongkok dan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss pada (10/5). (Reuters)

JawaPos.com - Setelah bertahun-tahun terjebak dalam ketegangan perang dagang yang memicu tarif tinggi hingga memengaruhi stabilitas ekonomi global, Amerika Serikat dan Tiongkok akhirnya memperlihatkan tanda-tanda kemajuan.

Dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung selama dua hari di Jenewa, kedua negara tersebut sepakat untuk mengambil langkah konkret menuju perbaikan hubungan dagang.

Dilansir dari laman Reuters pada Senin (12/5), Menteri Keuangan Amerika SerikatScott Bessent, mengumumkan bahwa pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok itu telah menghasilkan kemajuan yang cukup signifikan dalam upaya mengurangi ketegangan perang dagang yang berlangsung.

Meski demikian, rincian kesepakatan tersebut baru akan diumumkan pada hari Senin (12/5).

Bessent juga menyatakan bahwa Presiden ASDonald Trump, sudah mendapatkan laporan penuh mengenai hasil negosiasi tersebut.

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, juga menyebutkan bahwa kesepakatan dengan pihak Tiongkok berpotensi mengurangi defisit perdagangan barang AS yang mencapai USD 1,2 triliun atau sekitar Rp 19,8 kuadriliun dengan kurs Rp 16.520 per USD.

Pertemuan ini merupakan interaksi langsung pertama antara pejabat tinggi ekonomi AS dengan Tiongkok sejak diberlakukannya tarif tinggi atas produk masing-masing negara.

Meski mengakui tarif tersebut terlalu tinggi, Bessent tidak memberikan detail spesifik soal pengurangan tarif. Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyebutkan bahwa Tiongkok sangat antusias dalam memperbaiki hubungan dagang dengan AS, serta terdapat lebih banyak kesepakatan dagang dengan negara lainyang juga sedang diproses.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan komentar positif mengenai hasil pembicaraan di Swiss tersebut. Ia menggambarkannya sebagai ‘pengaturan ulang total’ yang berlangsung dengan baik.

Lokasi pertemuan penting antara AS dan Tiongkok itu berlangsung di sebuah vila milik duta besar Swiss di Jenewa. Lokasi tersebut dipilih karena posisi netral Swiss dan upaya diplomatik sebelumnya.

AS sendiri telah berupaya mengecilkan defisit perdagangan barang dengan Tiongkok yang mencapai USD 295 miliar atau sekitar Rp 4,8 kuadriliun dengan kurs Rp 16.520 per USD.

Hal tersebut dilakukan sembari mendorong Tiongkok untuk melakukan reformasi ekonomi domestik agar lebih berkontribusi pada konsumsi global dan mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi sentral.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore