
Anggota delegasi Tiongkok dan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss pada (10/5). (Reuters)
JawaPos.com - Setelah bertahun-tahun terjebak dalam ketegangan perang dagang yang memicu tarif tinggi hingga memengaruhi stabilitas ekonomi global, Amerika Serikat dan Tiongkok akhirnya memperlihatkan tanda-tanda kemajuan.
Dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung selama dua hari di Jenewa, kedua negara tersebut sepakat untuk mengambil langkah konkret menuju perbaikan hubungan dagang.
Dilansir dari laman Reuters pada Senin (12/5), Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan bahwa pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok itu telah menghasilkan kemajuan yang cukup signifikan dalam upaya mengurangi ketegangan perang dagang yang berlangsung.
Meski demikian, rincian kesepakatan tersebut baru akan diumumkan pada hari Senin (12/5).
Bessent juga menyatakan bahwa Presiden AS, Donald Trump, sudah mendapatkan laporan penuh mengenai hasil negosiasi tersebut.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, juga menyebutkan bahwa kesepakatan dengan pihak Tiongkok berpotensi mengurangi defisit perdagangan barang AS yang mencapai USD 1,2 triliun atau sekitar Rp 19,8 kuadriliun dengan kurs Rp 16.520 per USD.
Pertemuan ini merupakan interaksi langsung pertama antara pejabat tinggi ekonomi AS dengan Tiongkok sejak diberlakukannya tarif tinggi atas produk masing-masing negara.
Meski mengakui tarif tersebut terlalu tinggi, Bessent tidak memberikan detail spesifik soal pengurangan tarif. Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyebutkan bahwa Tiongkok sangat antusias dalam memperbaiki hubungan dagang dengan AS, serta terdapat lebih banyak kesepakatan dagang dengan negara lainyang juga sedang diproses.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan komentar positif mengenai hasil pembicaraan di Swiss tersebut. Ia menggambarkannya sebagai ‘pengaturan ulang total’ yang berlangsung dengan baik.
Lokasi pertemuan penting antara AS dan Tiongkok itu berlangsung di sebuah vila milik duta besar Swiss di Jenewa. Lokasi tersebut dipilih karena posisi netral Swiss dan upaya diplomatik sebelumnya.
AS sendiri telah berupaya mengecilkan defisit perdagangan barang dengan Tiongkok yang mencapai USD 295 miliar atau sekitar Rp 4,8 kuadriliun dengan kurs Rp 16.520 per USD.
Hal tersebut dilakukan sembari mendorong Tiongkok untuk melakukan reformasi ekonomi domestik agar lebih berkontribusi pada konsumsi global dan mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi sentral.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
