Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Mei 2025 | 18.15 WIB

Cerobong Asap Kapel Sistina Dipasang Jelang Konklaf 7 Mei 2025, Pemilihan Paus Baru Jadi Sorotan Dunia

Pemasangan cerobong asa di atap Kapel Sistina yang menjadi elemen penting dalam persiapan konklaf 7 Mei 2025 guna memilih Paus baru. (Vatican News) - Image

Pemasangan cerobong asa di atap Kapel Sistina yang menjadi elemen penting dalam persiapan konklaf 7 Mei 2025 guna memilih Paus baru. (Vatican News)

JawaPos.com – Persiapan resmi konklaf pemilihan Paus baru telah dimulai dengan pemasangan cerobong asap di atap Kapel Sistina pada Jumat (2/5/2025), menandai momen penting dalam sejarah Gereja Katolik.

Cerobong asap ini akan menjadi pusat perhatian dunia, karena melalui asap yang keluar dari lubang inilah umat Katolik akan mengetahui apakah Paus baru telah terpilih.

Dilansir dari Vatican News dan AP News, Minggu (4/5/2025), petugas pemadam kebakaran Vatikan terlihat menaiki atap Kapel Sistina untuk memasang cerobong tersebut.

Ini adalah bagian krusial dari tahapan menjelang konklaf yang akan dimulai pada 7 Mei 2025 mendatang, dan menjadi simbol global setiap kali Gereja Katolik memasuki masa transisi kepemimpinan.

Sejarah dan Fungsi Kapel Sistina dalam Konklaf

Kapel Sistina sendiri telah menjadi lokasi resmi konklaf sejak tahun 1878, meski tercatat pertama kali digunakan untuk pemilihan Paus pada tahun 1492.

Selama beberapa hari ke depan, kapel akan ditutup bagi publik dan disulap menjadi ruang pemungutan suara. Persiapan teknis seperti pemasangan lantai khusus dan perangkat audio juga dilakukan guna mendukung kelancaran proses konklaf yang bersifat sangat tertutup.

Protokol Ketat dan Ritual Suci dalam Konklaf

Seluruh proses konklaf tidak akan melibatkan penerjemah seperti dalam Sidang Umum Kardinal sebelumnya. Sebelum dimulai, para kardinal akan mengikuti ibadat dalam bahasa Latin.

Setelah prosesi masuk ke Kapel Sistina, mereka akan mengucap sumpah rahasia, mendengarkan khotbah dari Kardinal Raniero Cantalamessa, mantan Pengkhotbah Rumah Kepausan, dan kemudian melangsungkan putaran pemungutan suara pertama.

Makna Asap Putih dan Hitam dalam Proses Pemilihan

Melansir AP News, setiap dua putaran suara akan menghasilkan pembakaran surat suara. Jika belum ada hasil, pembakaran akan dicampur dengan kalium perklorat, anthracene, dan sulfur untuk menghasilkan asap hitam.

Namun jika seorang Paus telah terpilih, surat suara akan dibakar dengan campuran kalium klorat, laktosa, dan resin kloroform yang menghasilkan asap putih. Tanda inilah yang dinanti oleh umat Katolik di seluruh dunia.

Pemilihan Paus Sebelumnya, Diskusi Pra-Konklaf, dan Isu Internal Gereja

Dalam sejarah terakhir, asap putih muncul pada pemungutan suara kelima, 13 Maret 2013, yang mengumumkan terpilihnya Kardinal Jorge Mario Bergoglio sebagai Paus Fransiskus. Namun kini, Tahta Suci kosong setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 dalam usia 88 tahun.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore