Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 14.34 WIB

Co-Founder Grab Anthony Tan: Manusia yang Tidak Memanfaatkan AI Akan Digantikan oleh AI

Anthony Tan, salah satu pendiri sekaligus CEO Grab, yang menyatakan pandangannya soal AI (kecerdasan buatan). (CNBC) - Image

Anthony Tan, salah satu pendiri sekaligus CEO Grab, yang menyatakan pandangannya soal AI (kecerdasan buatan). (CNBC)

JawaPos.com – Anthony Tan, salah satu pendiri dan CEO Grab, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) bukan hanya alat bantu, tetapi elemen krusial bagi kelangsungan bisnis dan pekerjaan di masa depan. Melansir CNBC, Senin (17/3/2025), Tan menyatakan bahwa mereka yang tidak mengadopsi AI akan tertinggal dan berisiko digantikan.

“Manusia yang tidak memanfaatkan AI dalam sebuah perusahaan akan digantikan oleh manusia yang memanfaatkan AI,” ujar Tan. “Hal yang sama juga berlaku untuk perusahaan. Saya sangat yakin bahwa jika Anda mengadopsinya, AI tidak hanya membuat Anda lebih produktif, tetapi juga membuat perusahaan Anda lebih unggul.”

Sebagai bukti keseriusannya, Grab meluncurkan program akselerasi “generative AI sprint” selama sembilan minggu. Program ini mendorong pengembangan fitur berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mulai dari mitra pengemudi hingga pelanggan.

Salah satu inovasi yang dihasilkan adalah asisten AI bernama driver co-pilot, yang membantu pengemudi mendapatkan lebih banyak pesanan sekaligus mengurangi waktu tunggu penumpang.

“AI seharusnya tidak ditakuti, tetapi dimanfaatkan agar pekerja dan pengusaha sehari-hari dapat menjadi lebih unggul,” tegasnya.

Grab yang didirikan Tan pada 2012 telah berkembang menjadi aplikasi serba ada di Asia Tenggara, menawarkan layanan transportasi, pengiriman makanan dan bahan pokok, hingga layanan keuangan. Pada 2024, Grab mencatat pendapatan sebesar USD 2,8 miliar (sekitar Rp 43,5 triliun), meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya.

Tan juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja. Dia mengakui bahwa dirinya bukan seorang programmer, tetapi tetap memanfaatkan AI sebagai asisten dalam mengerjakan berbagai proyek.

“Saya tidak bisa menulis kode pemrograman, tetapi saya menggunakannya untuk membangun proyek saya sendiri, melakukan riset, dan mengembangkan strategi untuk Grab,” ujarnya. “AI benar-benar mengubah cara saya menghabiskan waktu dan meningkatkan produktivitas saya.”

Menurut laporan World Economic Forum, sebanyak 40 persen perusahaan berencana mengurangi jumlah tenaga kerja karena adopsi AI, sementara 86 persen bisnis memperkirakan teknologi ini akan mengubah lanskap industri mereka pada 2030.

Dengan tren ini, Tan menekankan pentingnya transformasi kolektif, bukan hanya di tingkat individu. “Saya menyadari bahwa menjadi ‘superhuman’ sendirian tidak cukup. Saya perlu memastikan bahwa lebih dari 7.000 karyawan kami juga menjadi ‘superhuman’ dengan memanfaatkan AI,” katanya.

Selama sembilan minggu, Grab menghentikan berbagai operasi rutinnya demi fokus pada pengembangan AI. “Orang-orang mengira saya gila, mungkin memang begitu, tetapi langkah ini benar-benar membawa perubahan besar,” kata Tan. Salah satu hasilnya adalah asisten AI untuk mitra merchant, yang berfungsi sebagai sous chef, asisten pengemasan, hingga kepala keuangan dalam satu sistem.

"Bayangkan seorang ibu tunggal yang menjalankan usaha makanan di Jakarta. Sekarang, ia memiliki asisten yang membantunya dalam banyak hal, dari memasak hingga mengelola keuangan,” jelas Tan.

Dengan AI yang semakin berkembang, pesan Tan jelas: AI bukan ancaman, tetapi peluang. Mereka yang tidak mengadopsinya akan tertinggal, sementara mereka yang memanfaatkannya akan melesat ke depan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore