
Lapisan es Greenland. (The Guardian)
JawaPos.com - Perubahan iklim yang semakin memperburuk kondisi Bumi tampak jelas melalui penelitian terbaru. Studi terbaru menunjukkan, lapisan es Greenland yang merupakan lapisan es terbesar kedua di dunia kini mengalami keretakan jauh lebih cepat daripada sebelumnya.
Penelitian yang dipimpin Dr. Tom Chudley dari Universitas Durham itu mengungkapkan, retakan pada lapisan es Greenland terus berkembang pesat, dengan dampak signifikan terhadap kenaikan permukaan laut.
Tim peneliti menggunakan 8.000 peta permukaan tiga dimensi yang diperoleh dari citra satelit resolusi tinggi untuk memantau perkembangan keretakan pada permukaan lapisan es antara tahun 2016 hingga 2021. Temuan mereka menunjukkan bahwa retakan yang terbentuk di gletser—yang disebut celah atau crevasses—telah meningkat secara signifikan dalam ukuran dan kedalaman. Lebih mengejutkan lagi, laju perkembangan retakan ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan catatan sebelumnya.
“Hal yang paling mengejutkan saya adalah betapa cepatnya perubahan ini terjadi. Sebelumnya, studi lain menunjukkan bahwa perubahan tersebut terjadi dalam skala dekade. Namun, penelitian kami kini menunjukkan bahwa perubahan ini berlangsung dalam skala lima tahun,” ungkap Tom Chudley, profesor Geografi di Universitas Durham yang dilansir The Guardian, Rabu (5/2).
Sejak 1992, Greenland telah berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut sekitar 14 mm. Pencairan es yang semakin cepat. Semua itu dipicu oleh suhu udara yang lebih panas dan meningkatnya aliran es ke laut. Semua itudisebabkan oleh pemanasan suhu laut yang merupakan faktor utama di balik fenomena ini.
Para ilmuwan meyakini bahwa kedua faktor ini berhubungan erat dengan kerusakan iklim global yang terjadi saat ini.
“Kami yakin bahwa terbukanya retakan ini berkaitan langsung dengan percepatan aliran es. Selama beberapa tahun terakhir, kami telah mengamati bahwa lapisan es ini mengalami percepatan signifikan sejak tahun 1990. Secara umum, kami memahami bahwa hal ini terkait erat dengan pemanasan suhu laut,” ujar Chudley.
Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya penggunaan peta resolusi tinggi yang dihasilkan oleh satelit untuk memantau perubahan lapisan es dengan lebih akurat. Chudley berharap teknologi ini akan membantu mengoptimalkan prediksi kenaikan permukaan laut yang lebih tepat.
“Beberapa model skala besar kami kesulitan untuk memperhitungkan banyak hal yang kami sebut sebagai ketidakstabilan dinamis,” lanjutnya. “Ketidakstabilan dinamis ini menyebabkan percepatan gletser dan berpotensi menyebabkan kenaikan permukaan laut hingga satu meter pada 2100 dan sepuluh meter pada 2300.”
Peningkatan laju keretakan ini juga menambah urgensi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim global. Kenaikan permukaan laut yang lebih cepat diperkirakan akan berdampak besar pada wilayah pesisir di seluruh dunia, termasuk kota-kota besar yang dihuni oleh jutaan orang.
Oleh karena itu, kemampuan untuk memproyeksikan dan merencanakan kenaikan permukaan laut dengan lebih baik sangat penting untuk perencanaan masa depan yang berkelanjutan.
Dalam rangka mengatasi tantangan ini, para ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperlambat pemanasan global. Tanpa langkah-langkah tersebut, perubahan iklim yang semakin parah dapat memiliki dampak yang menghancurkan bagi kehidupan di Bumi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
