
Maskapai berbiaya rendah memilih membatasi waktu perawatan pesawat untuk mengejar profit. (Yonhap)
JawaPos.com–Penerbangan Jeju Air 2216, yang jatuh dalam tragedi bencana tersebut, menyelesaikan pemeliharaan pra keberangkatan hanya dalam waktu 28 menit, waktu minimum yang diwajibkan Pemerintah Korea Selatan untuk pesawat B737.
Jadwal perawatan pesawat yang sempit, telah menimbulkan kekhawatiran apakah maskapai berbiaya rendah ini memprioritaskan efisiensi operasional daripada keselamatan.
Pesawat Jeju Air 2216 menjalani jadwal perjalanan yang padat sehari sebelum kecelakaan, menghubungkan empat kota internasional tanpa waktu henti yang signifikan.
Beberapa sumber mengatakan, pesawat naas tersebut mengoperasikan penerbangan antara Muan dan Kota Kinabalu, Nagasaki, Taipei, dan Bangkok. Dengan total delapan kali keberangkatan dalam satu hari.
Menurut standar industri, pesawat membutuhkan waktu untuk perawatan, pembersihan dan pengisian bahan bakar di antara penerbangan. Namun pada 27 November, penerbangan tersebut hanya menghabiskan waktu 62 menit di Bandara Internasional Muan, sebelum berangkat ke Kota Kinabalu.
Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya 28 hingga 30 menit yang dialokasikan untuk pemeliharaan.
Seorang mekanik veteran, dengan pengalaman lebih dari satu dekade bekerja dengan pesawat B737 di maskapai berbiaya rendah membuat pernyataan.
”Waktu perawatan 28 menit, hampir tidak cukup untuk memeriksa lampu peringatan kokpit dan memeriksa eksterior secara visual, untuk mengetahui adanya kerusakan. Pada dasarnya, ini adalah pemeriksaan menyeluruh, bukan pemeriksaan terperinci,” ungkap di seperti yang dikutip dari Korea Times.
Maskapai berbiaya rendah, sering kali tidak menghabiskan waktu lebih dari batas minimum yang diamanatkan pemerintah untuk memaksimalkan keuntungan, karena setiap segmen penerbangan tambahan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan.
”Membatasi waktu persiapan menjadi sekitar satu jam, termasuk pemeliharaan, memungkinkan maskapai untuk menjalankan jadwal yang ambisius. Seperti terbang ke tiga kota di Asia Tenggara, dan satu kota di Jepang dalam satu hari,” ungkap seorang mekanik lain, yang bekerja untuk maskapai berbiaya rendah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
