Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Mei 2022 | 05.08 WIB

Portugal Sebut 10 Kasus Baru Cacar Monyet, UEA Umumkan Kasus Pertama

Ilustrasi telapak tangan pasien kasus cacar monyet. - Image

Ilustrasi telapak tangan pasien kasus cacar monyet.

JawaPos.com–Otoritas Direktorat Jenderal Kesehatan Portugal (DGS) mengonfirmasi 10 kasus baru cacar monyet pada Rabu (25/5). Angka tersebut menambah total menjadi 49 kasus dan menyamai jumlah infeksi yang terkonfirmasi di negara tetangga, Spanyol.

Kedua negara Iberia itu sudah menjadi di antara pusat utama wabah baru-baru ini, dari virus yang biasanya ringan di luar daerah endeminya di beberapa bagian Afrika Barat dan Tengah. DGS mengatakan, seluruh kasus terkonfirmasi sudah ditemukan pada laki-laki, sebagian besar berusia di bawah 40 tahun. Semuanya dalam kondisi yang stabil dan tidak ada yang dirawat inap.

Spanyol mengonfirmasi satu kasus tambahan pada Rabu (25/5). Wilayah Madrid, di mana hampir seluruh infeksi di negara itu sudah terdeteksi dan sebagian besar terkait dengan sauna dewasa, akan memperbarui jumlahnya pada Rabu (25/5).

Sebagian besar infeksi yang terdeteksi secara global sejauh ini dalam wabah belum parah dan banyak, tetapi tidak semua, dilaporkan pada laki-laki yang berhubungan intim dengan laki-laki. Gejalanya meliputi demam dan ruam bentol yang khas.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan dan Pencegahan Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan kemunculan kasus pertama cacar monyet di negara tersebut. Menurut laporan kantor berita WAM yang dikutip dari Antara, ditemukannya kasus pertama itu sejalan kebijakan otoritas kesehatan UEA terkait deteksi dan pengamatan awal penyakit tersebut.

Kementerian Kesehatan menjelaskan, kasus pertama cacar monyet itu terdeteksi pada seorang perempuan berusia 29 tahun yang tiba dari Afrika Barat. Perempuan itu dilaporkan telah mendapatkan perawatan kesehatan yang diperlukan.

Pemerintah UEA, memastikan, otoritas kesehatan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk investigasi, pemeriksaan kontak, dan pengamatan terhadap kesehatan penderita penyakit itu.

”Lebih lanjut, Kementerian memastikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan otoritas kesehatan lain untuk mengimplementasikan sistem pengawasan epidemiologis, sejalan dengan praktik global tertinggi untuk memastikan efisiensi yang berkelanjutan dan perlindungan komunitas dari penyakit-penyakit yang menular, dan deteksi cepat, serta berupaya untuk membatasi semua penyakit dan virus, termasuk cacar monyet, di UEA,” demikian laporan WAM.

Kementerian telah meminta masyarakat untuk mendapatkan informasi hanya dari sumber-sumber resmi. Warga juga diminta untuk tidak menyebarkan rumor dan informasi tak benar. Penting untuk tetap memantau kabar terbaru terkait perkembangan virus dan langkah-langkah yang dianjurkan oleh otoritas kesehatan UEA.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore