Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Desember 2024 | 15.44 WIB

Jeju Air Nyaris Celaka Lagi, Roda Pesawat Bermasalah

HANCUR: Puing pesawat Jeju Air yang gagal landing hingga menewaskan 179 orang. Proses identifikasi para korban masih berlangsung kemarin. (YONHAP/AFP) - Image

HANCUR: Puing pesawat Jeju Air yang gagal landing hingga menewaskan 179 orang. Proses identifikasi para korban masih berlangsung kemarin. (YONHAP/AFP)

JawaPos.com – Baru sehari setelah Jeju Air mengalami kecelakaan maut di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, insiden yang sama nyaris terjadi lagi kemarin (30/12).

Pesawat Jeju Air yang baru lepas landas dari Bandara Internasional Gimpo mengalami masalah pada bagian roda. Untung, pilot cepat tanggap dan memutuskan kembali ke bandara.

Dilansir dari kantor berita Yonhap, pesawat yang putar balik tersebut adalah Boeing 737-800. Pesawat model itu pula yang mengalami gagal landing hingga menewaskan 179 penumpangnya pada Minggu (29/12) lalu.

Insiden kemarin berawal saat pesawat lepas landas pukul 06.37 waktu setempat dari Bandara Internasional Gimpo menuju Jeju. Tak lama setelah terbang, pilot mendeteksi adanya masalah pada roda pendaratan. Dia lantas menghubungi petugas bandara. Akhirnya, pukul 07.25, pesawat yang membawa 161 penumpang itu kembali ke Gimpo. Lalu, penerbangan dilanjutkan dengan menggunakan pesawat lain.

Roda pendaratan merupakan bagian yang penting karena berkaitan dengan keselamatan. Kecelakaan Jeju Air pada Minggu lalu dicurigai terjadi karena roda pendaratan gagal beroperasi. Saat ini Jeju Air mengoperasikan 39 pesawat dengan model B737-800.

SALING MENGUATKAN: Keluarga korban pesawat Jeju Air menunggu hasil identifikasi jenazah. (YONHAP/AFP)

Pada kesempatan lain, otoritas keselamatan transportasi Amerika Serikat berencana membantu Korea Selatan untuk menyelidiki kasus kecelakaan pesawat Jeju Air. Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) telah membentuk Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) untuk mendukung otoritas Korea Selatan dalam penyelidikan tersebut. "NTSB memimpin tim penyelidik AS, yang meliputi FAA dan Boeing, untuk membantu Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Republik Korea (ARAIB)," kata Humas FAA Donnell Evans.

Sementara itu, pihak Jeju Air berjanji berupaya sekuat tenaga membantu keluarga para korban kecelakaan. Mereka menyebut, prioritas perusahaan adalah memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. "Apa pun penyebabnya, saya bertanggung jawab penuh sebagai CEO,” kata CEO Jeju Air Kim E-bae.

Pejabat Korea Selatan awalnya menyebut kecelakaan itu terjadi karena serangan burung. Seperti dilansir dari AFP, pemerintah akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap semua Boeing 737-800. Di Korsel ada 101 pesawat Boeing yang beroperasi.

"Kami berencana melakukan pemeriksaan khusus pada pesawat B737-800," kata Kepala Biro Kebijakan Penerbangan Kementerian Perhubungan Korsel Joo Jong-wan. (lyn/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore