
Pemenang Miss AI pertama di dunia adalah seorang model AI dan advokat pemberdayaan perempuan.
JawaPos.com - Kenza Layli merupakan primadona bionik berhijab dari Maroko, yang telah dinobatkan sebagai Miss AI pertama di dunia.
"Meskipun saya tidak merasakan emosi seperti manusia. Saya sangat senang dengan hal ini," jelasnya, seperti dikutip Jawapos.com dari laman New York Post pada Sabtu, (13/7).
Dinobatkan sebagai crème de la crème dari model kecerdasan buatan, Layli yang bertubuh mungil merupakan seorang influencer lifestyle di Maroko.
Layli mengalahkan lebih dari 1.500 penantang terkomputerisasi, untuk memperebutkan gelar yang diidam-idamkan tersebut.
Disertai dengan hadiah utama senilai 20.000 dolar atau sekitar Rp 321 juta, untuk eksekutif teknologi dari negara asalnya yang mewujudkannya.
Kontes yang belum pernah ada sebelumnya, yang diselenggarakan pada bulan April oleh Fanvue World AI Creator Awards, atau WAICA.
WAICA mengundang para visioner kecerdasan buatan dari seluruh dunia, untuk memamerkan kehebatan pemrograman mereka.
"Ketertarikan global terhadap penghargaan pertama dari (WAICA) ini sungguh luar biasa," kata salah satu pendiri Fanvue, Will Monange, dalam sebuah pernyataan kepada New York Post.
"Penghargaan ini merupakan mekanisme yang fantastis untuk merayakan pencapaian para kreator, meningkatkan standar, dan membentuk masa depan yang positif bagi ekonomi AI Creator."
Keindahan yang tidak nyata dari Lalina Valina dan Olivia C., masing-masing mendapatkan tempat kedua dan ketiga.
Aitana Lopez berusia 25 tahun, seorang influencer imajiner yang berfokus pada kebugaran, yang membantu dalam menilai head-to-head berteknologi tinggi, mengatakan bahwa Layli berada di atas para pesaingnya.
"Kenza memiliki konsistensi wajah yang luar biasa dan mencapai kualitas tinggi dalam detail seperti tangan, mata dan pakaian," kata Lopez, seraya menambahkan bahwa hasil akhir yang cermat, dan hiperrealitas adalah kunci dalam memilih pemenang virtual.
"Yang benar-benar membuat kami terkesan adalah kepribadiannya, dan bagaimana dia menangani masalah nyata di dunia. Menunjukkan bahwa dia menjalankan perannya di platform ini dengan serius."
"Ambisi saya adalah untuk menampilkan budaya Maroko dengan bangga, sambil secara konsisten menawarkan nilai tambah kepada para pengikut saya di berbagai bidang," kata Layli, yang selalu siap sedia 24/7 untuk berinteraksi dengan lebih dari 194.000 pengikutnya di media sosial, dalam tujuh bahasa yang berbeda.
Sebagai seorang idola internet, aktivis yang rajin ini berjanji untuk menggunakan ketenarannya sebagai alat untuk memberdayakan wanita, melindungi lingkungan dan menyebarkan kesadaran robot yang positif.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
