Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 April 2024 | 01.25 WIB

Bukan Kutukan, Para Ahli Memecahkan Misteri di Balik Kematian Misterius Makam Raja Tut

Peti mati & tampilan luar makam Tutankhamun selama penggalian di tahun 1922. (AP & Getty Images) - Image

Peti mati & tampilan luar makam Tutankhamun selama penggalian di tahun 1922. (AP & Getty Images)

JawaPos.com - Kutukan makam Raja Tutankhamun di Mesir yang telah membingungkan para arkeolog, karena dikhawatirkan terkait dengan kematian misterius beberapa ekskavator yang menemukannya pada tahun 1922.

Namun, seorang ilmuwan kini mengklaim telah memecahkan misteri 'Kutukan Firaun,' yang terkenal itu lebih dari 100 tahun kemudian.

Tingkat radiasi beracun yang berasal dari uranium, dan limbah beracun diyakini telah bertahan di dalam makam sejak disegel lebih dari 3.000 tahun yang lalu, tulis Ross Fellowes bulan Maret 2024 di Journal of Scientific Exploration (JSE).

Tingkat radiasi di dalam makam Tutankhamun sangat tinggi, sehingga siapa pun yang bersentuhan dengan makam tersebut kemungkinan besar dapat terkena penyakit radiasi dan kanker.

"Populasi Mesir kontemporer dan kuno dicirikan oleh insiden kanker hematopoietik yang luar biasa tinggi, kanker tulang, darah atau sumsum tulang." 

"Dimana penyebab utama yang diketahui adalah paparan radiasi," tulis Fellowes dalam studinya.Namun, radioaktivitas ini tidak terisolasi pada makam Tutankhamun.

Fellowes mengungkapkan bahwa, tingkat radiasi yang luar biasa tinggi telah didokumentasikan di reruntuhan makam Kerajaan Lama, dan tersebar di seluruh situs di Mesir.

"Radiasi telah terdeteksi oleh alat penghitung Geiger (radiasi) di dua lokasi di Giza yang berdekatan dengan piramida," tulisnya.

Ia juga menambahkan bahwa radon, yaitu gas radioaktif juga terdeteksi di beberapa makam bawah tanah di Saqqara. Semua hasil pembacaan ini ditemukan sebagai 'radioaktif tinggi.' 

"Studi modern mengkonfirmasi tingkat radiasi yang sangat tinggi di makam Mesir kuno, dengan urutan 10x lipat dari standar keamanan yang diterima," ungkap studi tersebut.

Ada juga teori yang mengatakan bahwa mereka yang membangun makam kuno tersebut sadar akan adanya racun, berdasarkan peringatan menakutkan yang diukir di dinding.

"Sifat kutukan tersebut secara eksplisit tertulis di beberapa makam, dengan salah satu makam diterjemahkan sebagai, 'mereka yang merusak makam ini akan menemui ajalnya oleh penyakit yang tidak dapat didiagnosa oleh dokter,'" tulis Fellowes.

Terjemahan lain yang tidak mengenakan seperti 'terlarang' karena 'roh jahat,' mungkin secara signifikan memicu ketakutan bahwa kutukan supernatural masih ada di situs-situs kuno.

Ketakutan tersebut semakin meningkat dengan kematian misterius Lord Carnarvon, yang mendanai penggalian pada tahun 1922 dan dilaporkan berjalan melalui kamar-kamar yang penuh dengan harta karun, serta beberapa kamar lainnya setelah mereka membuka segel makam.

"Carnarvon meninggal dalam beberapa minggu setelah diagnosis keracunan darah dan pneumonia yang tidak pasti," tulis Fellowes, seperti yang dikutip dari New York Post.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore