
Anggota organisasi yang mengadvokasi hak asasi manusia dan tenaga kerja migran, mengajukan petisi karena diperlakukan dengan tidak adil. (Newsis)
JawaPos.com - Moratorium (penangguhan pembayaran utang agar dapat mencegah krisis keuangan) yang ditetapkan oleh pemerintah Filipina untuk mengirimkan pekerjanya ke Korea Selatan, telah membuat rencana pemerintah Seoul untuk mendatangkan pekerja rumah tangga asing tertunda.
Sementara itu, hal tersebut membuat beberapa pertani lokal di Korea Selatan kekurangan pekerja, karena mereka akan memiliki lebih sedikit pekerja musiman dari Filipina dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah kota Seoul mengatakan, tahun lalu bahwa mereka akan mendatangkan sekitar 100 pembantu rumah tangga asal Filipina pada paruh kedua tahun 2023, dalam sebuah program percontohan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang bersedia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Korea Selatan.
Namun, rencana tersebut tertunda karena izinnya belum keluar dari Pemerintah Filipina. Sebaliknya, pemerintah kota mengatakan bahwa mereka kini menargetkan untuk mendatangkan 100 pekerja rumah tangga asal Filipina, pada paruh pertama tahun ini.
"Sejujurnya, kami belum tahu apakah dapat mendatangkan mereka pada paruh pertama tahun ini," katanya.
"Hal ini karena pemerintah Filipina harus memberikan izin, dan diskusi lebih lanjut harus dilakukan pada isu-isu spesifik seperti upah," kata seorang pejabat dari pemerintah kota Seoul kepada Korea Herald pada hari Rabu (7/2), yang tidak ingin disebutkan namanya.
Manila mengutip meningkatnya jumlah pelanggaran hak asasi manusia yang dihadapi warga Filipina di Korea Selatan, sebagai alasan mereka menangguhkan penempatan pekerja mereka.
Menurut laporan setempat, Departemen Pekerja Migran Pemerintah Filipina, telah menerima sejumlah keluhan dari para pekerja migran Filipina di Korea. Selatan
Keluhan-keluhan tersebut berkisar dari kondisi kerja yang tidak aman, upah yang tidak dibayar, hingga kerja yang berlebihan, dan bahkan kematian pekerja.
Sebagai contoh, pada tanggal 9 Januari 2024 dua orang pekerja pertanian musiman dari Filipina yang bekerja di Haenam, provinsi Jeolla Selatan, mengajukan pengaduan terhadap seorang calo Korea Selatan bermarga Hong ke Badan Kepolisian Provinsi Jeolla Selatan atas tuduhan perdagangan manusia.
Diketahui bahwa Hong mengelola rekening bank para pekerja Filipina, dan menarik jutaan won dari mereka dengan dalih sebagai biaya perantara, serta biaya akomodasi, dan mengambil paspor mereka.
Pemerintah Korea Selatan memberikan visa kerja kepada pekerja musiman asing dari sebelas negara, selama lima hingga delapan bulan karena kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian dan perikanan di negara tersebut.
Menurut Kementerian Kehakiman, terdapat 3.612 pekerja musiman asing pada tahun 2019, dan jumlahnya akan meningkat lebih dari lima kali lipat menjadi 19.718 orang pada tahun 2022.
Kementerian Kehakiman mendatangkan 26.788 pekerja musiman pertanian, dan perikanan melalui visa semacam itu pada paruh pertama di tahun 2023.
Menurut pemerintah setempat, pekerja musiman dari Filipina mencapai lebih dari 20 persen dari seluruh pekerja musiman di Korea Selatan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
