Ilustrasi burung merpati. (Istimewa)
JawaPos.com - Polisi India membebaskan seekor merpati yang dicurigai sebagai mata-mata Tiongkok setelah ditahan selama delapan bulan. Akhir cerita, burung tersebut akhirnya dilepaskan ke alam liar.
Dilansir dari Business Insider pada Senin (6/2), kejadian tersebut dimulai pada bulan Mei ketika si burung ditangkap di dekat sebuah pelabuhan di Mumbai dengan dua cincin terikat di kakinya. Pada cincin tersebut terdapat kata-kata yang terlihat seperti bahasa Mandarin.
Burung tersebut ditangkap pihak kepolisian India di lingkungan Chembur di Mumbai, India.
Polisi mencurigai burung tersebut terlibat dalam spionase, kemudian mengirimnya ke Rumah Sakit Hewan Bai Sakarbai Dinshaw Petit Mumbai.
Ternyata, merpati tersebut adalah burung balap perairan terbuka dari Taiwan yang berhasil melarikan diri dan terbang ke India.
Baca Juga: PO Damri Batal jadi Angkutan Khusus Bandara Dhoho Kediri, Tersisa 2 PO yang Masih Bertahan
Organisasi aktivis hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) mengatakan bahwa kantor cabang mereka di India membantu menjamin kebebasan si merpati.
PETA menghubungi polisi dan memperoleh sertifikat pelepasan burung tersebut, kata organisasi tersebut.
Juru bicara Asosiasi Balap Merpati Taiwan mengatakan kepada media berita taiwan Taiwan yang berbasis di Taipei bahwa meskipun burung tersebut mungkin terbang dari pulau tersebut ke India, tidak jelas apakah merpati tersebut benar-benar burung balap karena polisi tidak merilis nomor serinya.
Dengan izin polisi, burung itu dipindahkan ke Masyarakat Bombay untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan, dan dokternya membebaskannya.
Ini bukan kali pertama seekor burung dicurigai oleh polisi di India. Pada tahun 2020, polisi di Kashmir yang dikuasai India melepaskan seekor merpati milik seorang nelayan Pakistan setelah penyelidikan menemukan bahwa burung tersebut, yang terbang melintasi perbatasan yang dijaga ketat antara negara-negara bersenjata nuklir, bukanlah mata-mata.
Pada tahun 2016, seekor merpati lain ditahan setelah ditemukan dengan catatan yang mengancam Perdana Menteri India Narendra Modi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
