
Angkatan Laut Yaman beri peringatan/ image by saba/
JawaPos.com - Eskalasi konflik laut merah terus terjadi pasca serangan pejuang Houthi hingga Serangan Amerika dan Inggris pada milisi tersebut.
Sebelumnya Pejuang Houthi menyerang sebuah kapal kargo yang diduga akan melakukan perjalanan ke Israel.
Akibat serangan dan pejuang Houthi tersebut Amerika dan Inggris terpancing untuk melakukan serangan ke milisi Yaman tersebut.
Terbaru kali ini Pasukan Bersenjata Yaman dikatakan sedang menargetkan sebuah Kapal yang melakukan perjalanan ke Israel.
Dilansir dari saba.ye (17/1), SANA'A (16/1/24), Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan pada selasa malam bahwa mereka telah menargetkan kapal Zografia yang diketahui sedang menuju ke pelabuhan Palestina yang diduduki oleh pasukan Israel
Dalam sebuah pernyataan, angkatan laut Yaman melakukan operasi dengan sejumlah rudal angkatan laut yang sesuai untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas yang menjadi sasaran agresi dan pengepungan di Jalur Gaza.
Pernyataan angkatan bersenjata tersebut menunjukkan bahwa operasi tersebut terjadi setelah awak kapal menolak seruan peringatan, termasuk pesan peringatan.
Dalam pernyataan angkatan laut Yaman menegaskan bahwa angkatan bersenjata Yaman akan terus menerapkan keputusan untuk mencegah navigasi Israel atau yang terkait dengan musuh Israel di Laut Merah dan Laut Arab sampai agresi terhadap Gaza dihentikan dan pengepungan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza selesai.
Pernyataan angkatan laut Yaman menegaskan kembali komitmen berkelanjutan mereka untuk mengambil semua tindakan defensif dan ofensif sesuai dengan hak sah mereka untuk membela Yaman dan menegaskan solidaritas praktis mereka yang berkelanjutan terhadap rakyat Palestina yang tertindas.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Yaman memberikan himbauan dan peringatan kepada penyedia pelayaran maritim.
Dilansir dari saba.ye (17/1), SANA'A 16 Jan 2024, Kementerian Luar Negeri mengimbau perusahaan pelayaran maritim yang melalui jalur Laut Merah tetap melanjutkan operasinya secara normal selama tidak menuju ke musuh Israel atau pelabuhan Palestina yang diduduki.
Kementerian Luar Negeri mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, yang salinannya diterima oleh Kantor Berita Yaman (Saba), bahwa pasukan angkatan laut Yaman membatasi operasi militer mereka pada kapal-kapal milik musuh Israel atau kapal-kapal yang menuju ke wilayah Palestina yang diambil alih Israel.
Kementerian Luar Negeri Yaman mengungkapkan bahwa operasi ini terkait dengan penghentian agresi dan masuknya bantuan kemanusiaan, makanan dan pasokan medis, serta bahan bakar ke Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa agresi Amerika-Inggris baru-baru ini terhadap Yaman tidak akan mengubah posisi tegas Sana'a, karena hal ini merupakan perwujudan aspirasi rakyat Yaman dan seluruh rakyat bebas di Yaman.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
