
Polisi Maritim Korea Selatan berpatroli di pantai kota Gangneung, Provinsi Gangwon pada 1 Januari 2024. (Sumber: Yonhap News)
JawaPos.com - Badan Meteorologi Korea Selatan mengonfirmasi bahwa mereka mengamati potensi tsunami yang terjadi di bagian timur negara tersebut, menyusul gempa bumi dahsyat di Jepang pada Senin (1/1) pukul 09.21 waktu setempat.
Mereka mengatakan tsunami minor setinggi 45 hingga 50 centimeter terlihat di sebuah kota di Provinsi Gangwon, Laut Jepang.
Gelombang setinggi 30 centimeter juga mencapai kota lain di provinsi yang sama.
Tsunami kecil pertama kali mencapai pantai Korea Selatan berukuran 67 centimeter. Namun ukuran tersebut semakin bertambah setelah kemunculannya.
Otoritas setempat mengungkapkan kemungkinan gelombang yang lebih besar bisa saja datang sewaktu-waktu dan berlangsung lebih dari 24 jam.
Provinsi Gangwon kemudian memperingatkan penduduk di pesisir pantai untuk menjauh dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, melalui pesan singkat darurat.
Pemerintah Kota Samcheok juga menghimbau penduduknya untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi dari gedung tiga lantai, kata Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan.
Dilansir dari Reuters, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 melanda Jepang tengah, Badan Meteorologi Korea Selatan telah memprediksi bahwa permukaan air laut di beberapa bagian pantai timur Provinsi Gangwon akan naik.
Setelah mereka melihat ketinggian gelombang vertikal hingga lebih dari 50 centimeter, ditambah tingginya kecepatan angin dan gelombang air laut, lembaga tersebut kemudian memberikan peringatan bahaya akan potensi tsunami.
Petugas pemadam kebakaran dan polisi maritim di Gangneung, Provinsi Gangwon dikerahkan untuk memeriksa kondisi pantai timur laut.
Mereka mengatakan akan terus memantau situasi yang terjadi, dan melaporkan tidak ada kerusakan apapun.
Korea Selatan merupakan negara ketiga yang terancam potensi Tsunami pasca gempa bumi dahsyat yang terjadi di Jepang Tengah.
Negara tetangga, Korea Utara juga mengeluarkan peringatan tsunami di wilayah pesisirnya, setelah memprediksi kemunculan gelombang lebih dari 2 meter, dikutip dari radio negara Korea Utara.
Rusia, yang dekat dengan negeri matahari terbit juga mendapatkan peringatan serupa di kota timur jauhnya, Vladivostok dan Nakhodka.
Kedua kota tersebut juga telah bersiap menghadapi ancaman tsunami dalam beberapa jam kedepan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
