
Photo
JawaPos.com – Michael Turner terpaksa menutup usahanya selama beberapa bulan. Bukan karena bangkrut. Namun, perusahaan serat poliester milik Turner itu diterjang tornado hingga karut-marut. Rabu (22/3) angin dahsyat menyapu wilayah selatan California, Amerika Serikat (AS).
”Suaranya sangat keras. Semuanya beterbangan. Seluruh pabrik menjadi mangkuk debu besar selama semenit. Kemudian, setelah debunya turun, tempat ini berantakan,” ujar Turner menceritakan kengerian tornado yang menghantam pabriknya di Montebello, Los Angeles County, California. ”Saya tinggal di California sejak 1965, tapi tidak pernah melihat yang seperti ini,” lanjut Turner seperti dikutip NBC News.
Departemen pemadam kebakaran mengungkapkan, dari 17 bangunan yang terdampak di daerah tersebut, sebelas di antaranya diberi tanda merah. Artinya, bangunan sudah tidak layak huni. Beberapa mobil juga rusak. Satu orang dilarikan ke rumah sakit karena terluka.
Layanan Cuaca Nasional (NWS) yang mengirimkan tim ke Montebello melaporkan, tornado yang dilabeli dengan nama EF1 itu terjadi sekitar pukul 11.14 waktu setempat. Ahli meteorologi NWS Rose Schoenfeld mengungkapkan, tornado seperti itu memang sangat jarang terjadi di wilayah tersebut.
Tornado adalah badai paling dahsyat. Badai itu bisa membawa angin berkecepatan hingga 480 kilometer per jam. Namun, yang terjadi di Montebello kecepatannya sekitar 136,8 kilometer per jam. Meski bukan kecepatan maksimal, tapi karena menerjang area permukiman penduduk, dampaknya menjadi begitu terasa. Foto-foto udara menunjukkan kerusakan di Kota Montebello cukup parah.
Sebelumnya, pada Selasa (21/3), tornado dengan skala lebih kecil juga sempat terjadi di Kota Carpinteria, Santa Barbara County. Tornado yang dilabeli nama EF0 itu menyebabkan sekitar 25 rumah penduduk rusak. Dua tornado tersebut muncul imbas badai besar yang melanda California. Tornado itu membawa curah hujan yang tinggi dan salju. Sebagian besar wilayah California tetap siaga banjir. Sebagian area Tulare sudah terendam air.
Juru Bicara Pusat Operasi Darurat Kabupaten Tulare Carrie Monteiro mengungkapkan, ada lebih dari 700 unit bangunan yang rusak. Dia menegaskan, perusahaan utilitas perlu memeriksa kemungkinan kerusakan pada sistem air, limbah, dan kelistrikan sebelum penduduk diberi lampu hijau untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sementara itu, badai juga menyebabkan pohon dan kabel listrik tumbang. Jendela terlempar dari dua gedung tinggi di San Francisco. Layanan feri terganggu. Tiga tongkang lepas dan merusak jembatan. Sebuah kereta komuter Amtrak yang membawa 55 penumpang dilaporkan menabrak pohon tumbang dan tergelincir di dekat Porta Costa di East Bay. Untung, tidak ada yang terluka dalam insiden kereta tersebut.
Setidaknya ada lima orang yang dipastikan meninggal akibat badai dan tornado yang menghantam California. Sebagian besar karena tertimpa pohon tumbang. Selain itu, PowerOutage.us mengungkapkan, ada sekitar 82 ribu pelanggan yang terpaksa tanpa penerangan listrik pada Rabu malam. Wilayah yang padam itu tersebar di seluruh Negara Bagian California.
Dalam beberapa bulan terakhir, California dikepung cuaca basah yang tidak terduga. Padahal, sebelumnya negara bagian terpadat di AS itu pernah mengalami kekeringan selama bertahun-tahun.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
