
Ilustrasi penyalahgunaan narkotika. (Pexels/MART PRODUCTION).
JawaPos.com - Kasus penyalahgunaan narkotika menjadi permasalahan yang dihadapi oleh setiap negara yang ada di dunia, baik negara berkembang maupun negara maju.
Sejumlah metode telah dicoba oleh berbagai pihak untuk mencegah peredaran narkoba yang dianggap sebagai tindakan ilegal dan kriminal.
Sebagai salah satu negara maju di Eropa yang juga tak luput dari permasalahan narkotika, Swiss akan mencoba sebuah pendekatan baru dalam menekan peredaran narkoba ilegal secara masif.
Dilansir dari Reuters pada Kamis (21/12), Bern sebagai Ibu Kota Swiss sedang mengkaji skema percontohan yang mengizinkan penjualan narkoba jenis kokain untuk keperluan rekreasional.
Pendekatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memerangi narkoba dengan cara yang cukup radikal yang belum pernah dilakukan di tempat lain.
Parlemen di Kota Bern dilaporkan telah mendukung gagasan tersebut. Namun, upaya menjadikan ide tersebut sebagai undang-undang nasional masih mendapatkan penolakan dari oposisi pemerintah kota setempat.
Kebijakan terkait penggunaan narkoba di seluruh dunia sedang berkembang, misalnya di negara bagian Oregon, AS, yang memperbolehkan kepemilikan kokain dalam jumlah kecil pada tahun 2021 dengan tujuan terapi pengobatan.
Banyak negara Eropa, termasuk Spanyol, Italia, dan Portugal, tidak lagi dijatuhi hukuman penjara karena kepemilikan obat-obatan terlarang termasuk kokain, meskipun aturan tersebut tidak seekstrem pembahasan di Kota Bern yang hendak melegalkan penjualan kokain.
Swiss sedang mengkaji ulang pendiriannya terkait obat-obatan setelah beberapa politisi dan pakar mengkritik larangan total terhadap peredaran narkoba karena dianggap tidak efektif.
Usulan terkait izin penjualan kokain tersebut – yang saat ini masih dalam tahap awal – menyusul uji coba yang sedang dilakukan untuk mengizinkan penjualan ganja secara legal.
“Perang terhadap narkoba telah gagal, dan kita harus mencari ide-ide baru,” kata Eva Chen, anggota dewan Bern dari Partai Kiri Alternatif yang ikut mengajukan proposal tersebut.
“Kontrol dan legalisasi bisa memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan sekadar melakukan tindakan yang represif,” tambahnya.
Swiss merupakan salah satu negara dengan tingkat penggunaan kokain tertinggi di Eropa – Zurich, Basel, dan Jenewa termasuk dalam 10 kota teratas di Eropa.
Kota-kota di Swiss, termasuk Bern, menunjukkan peningkatan penggunaan kokain, sementara harganya telah turun setengahnya dalam lima tahun terakhir.
“Kami memiliki banyak kokain di Swiss saat ini, dengan harga termurah dan kualitas tertinggi yang pernah kami lihat,” kata Frank Zobel, wakil direktur Addiction Switzerland.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
