Pasukan Houthi sedang terbang di atas kapal kargo Galaxy Leader di Laut Merah.
Jawapos.com – Pemerintah Arab Saudi telah meminta Amerika Serikat (AS) untuk menahan diri dalam menanggapi serangan kelompok militan Houthi Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Sebelumnya telah diberitakan, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah terlibat dalam konflik yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah sejak perang Israel – Hamas meletus pada 7 Oktober.
Mereka melakukan perlawanan dengan cara menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran penting seperti Laut Merah dan menembakkan drone serta rudal ke arah Israel sendiri.
Kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman ini mengatakan, serangan mereka adalah bentuk dukungan terhadap Palestina dan berjanji akan terus melakukan serangan tersebut sampai Israel menghentikan serangannya di Jalur Gaza.
Dilansir dari Reuters, Kamis (7/12), ketika Houthi meningkatkan serangan terhadap pelayaran selama beberapa minggu terakhir, dua sumber yang mengetahui pemikiran Saudi mengatakan bahwa Riyadh berpesan kepada AS untuk menahan diri.
Hal ini bertujuan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Riyadh sejauh ini senang dengan cara Washington menangani situasi ini, tambah sumber tersebut.
“Mereka menekan Amerika mengenai hal ini dan mengapa konflik Gaza harus dihentikan,” kata salah satu sumber.
Sebagai informasi, Riyadh tahun ini memang sedang menormalisasi hubungan dengan Iran dan berusaha keluar dari perang yang telah dilancarkan dengan kelompok militan di Yaman selama hampir sembilan tahun.
Sumber tersebut mengatakan Arab Saudi berusaha untuk memajukan proses perdamaian Yaman bahkan ketika perang berkecamuk di Gaza, karena khawatir hal itu dapat gagal.
Sementara itu, Yaman telah menikmati lebih dari satu tahun relatif tenang di tengah pembicaraan damai langsung antara pejabat Saudi dan Militan Yaman tersebut.
Sebagai informasi, Serangan militan Yaman tersebut selama perang Hamas-Israel telah meningkatkan profil mereka di kubu yang berpihak pada Iran yang juga mencakup Hamas, Hizbullah Lebanon, dan milisi yang didukung Iran di Irak.
Houthi telah muncul sebagai kekuatan militer besar di Semenanjung Arab, dengan puluhan ribu pejuang dan persenjataan besar berupa rudal balistik dan drone bersenjata.
Sumber-sumber senior di kubu yang bersekutu dengan Iran mengatakan kepada Reuters bahwa serangan mereka adalah bagian dari upaya untuk memberikan tekanan pada Washington agar Israel menghentikan serangan terhadap Gaza.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
