
Tangkapan video yang diperoleh Reuters pada 9 November.
JawaPos.com–Staf PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di seluruh dunia melaksanakan upacara khidmat dengan mengheningkan cipta bersama selama satu menit, Senin (13/11).
Kantor PBB di seluruh dunia pun mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati 101 anggotanya yang gugur di Gaza sejak perang Israel-Hamas pada Oktober. Dilansir dari Antara, Senin (13/11), upacara itu dilakukan untuk mengenang seluruh pegawai UNRWA yang tewas akibat serangan Israel.
”Kita berkumpul hari ini, bersatu di lokasi simbolis ini, untuk menghormati para kolega kita yang pemberani dan mengorbankan nyawa untuk memberikan pelayanan di bawah bendera PBB,” ungkap Tatiana Vailovaya, Direktur Jenderal PBB di Jenewa, Senin (13/11).
UNRWA mengungkapkan perihal anggota stafnya yang terbunuh akibat serangan udara dan darat yang lakukan Israel. Sebagian dari mereka tewas saat mengantre roti. Sedangkan sebagian lainnya terbunuh ketika berada di rumah bersama keluarga.
”Ini adalah jumlah terbesar pekerja kemanusiaan terbunuh dalam waktu singkat dalam sejarah organisasi kita,” kata Direktur Jenderal PBB Tatiana Vailovaya.
Israel justru menyalahkan Hamas atas kematian warga sipil di Jalur Gaza. Mereka menuding Hamas menggunakan penduduk sebagai tameng manusia. Namun, Hamas telah menyangkal tuduhan Israel itu.
”Saya akan menyatakan bahwa kita menghadapi masa yang sangat menantang untuk multilateralisme, untuk dunia,” ujar Tatiana Vailovaya.
”Namun, PBB saat ini menjadi sangat relevan dibandingkan sebelumnya,” imbuh dia.
UNRWA telah dibentuk pada 1949 sejak pecahnya perang antara Arab-Israel pertama. UNRWA telah memberikan berbagai bantuan untuk publik, seperti sekolah, pelayanan kesehatan, dan bantuan kemanusiaan lainnya. Anggotanya yang mencapai 5 ribu orang tersebut, sebagian besarnya adalah pengungsi Palestina.
Berdasar informasi yang dihimpun dari Arab News, Senin (13/11), PBB telah menetapkan aturan mengenai kompensasi bagi anggotanya yang meninggal. Sejumlah biaya pemakaman akan ditanggung dan keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan pembayaran tahunan.
Sebelum terjadinya krisis itu, UNRWA telah mengalami masalah keuangan. Kendati demikian, mereka mengatakan yakin dapat membayar gaji pegawainya pada akhir tahun.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
