
Fadli Zon (Ketua BKSAP DPR RI Mewakili Indonesia dalam Forum Asian Parliamentary Assembly/APA (dpr.go.id)
JawaPos.com - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Fadli Zon, secara tegas mendesak Sidang Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly/APA) untuk mengakui Israel sebagai pelaku genosida dan kejahatan perang.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Delegasi Parlemen Indonesia, Fadli Zon menegaskan pandangan ini dalam pidatonya di sidang tersebut.
Dia mendorong negara-negara dunia untuk mengambil langkah konkret dengan menghentikan perang yang dianggapnya sebagai praktik genosida terhadap warga sipil Palestina terutama anak-anak dan perempuan.
Fadli Zon secara tegas menyampaikan pernyataannya dalam forum Asian Parliamentary Assembly (APA) yang berlangsung di Baghdad, Irak pada Jumat-Sabtu (10-11 November 2023).
Dengan berpartisipasi dalam forum ini, ia mengharapkan peran signifikan dari APA dan diplomasi parlemen dalam memberikan kontribusi nyata untuk menghentikan perang serta kejahatan kemanusiaan yang sedang terjadi terhadap warga Palestina.
Pernyataannya menyoroti pentingnya kerjasama internasional dan aksi diplomatik parlemen untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan dalam penyelesaian konflik di wilayah tersebut.
Anggota Komisi I DPR menyerukan negara-negara di seluruh dunia, termasuk anggota Parlemen Asia, untuk mengambil langkah tegas dengan mengucilkan Israel dan memutuskan hubungan apapun dengan negara tersebut.
Dalam konteks perkembangan terkini antara Palestina dan Israel, anggota tersebut mengutuk dengan tegas kekejaman Israel terhadap warga Palestina.
Baginya, tindakan Israel bukan hanya mencabik rasa kemanusiaan dan merobek hak asasi manusia, tetapi juga menunjukkan tingkat kebiadaban yang sangat mengkhawatirkan, menekankan perlunya response global untuk mengecam dan menanggapi situasi ini dengan serius.
Dilansir tertulis oleh JawaPos.com dari dpr.go.id "Israel melakukan serangan tanpa pandang bulu untuk melenyapkan semua warga Palestina.
Dengan segala cara menghancurkan bangunan rumah, apartemen, rumah sakit, sekolah, dan obyek sipil lainnya.”
“Israel mengabaikan hukum internasional bahkan hukum perang. Israel harus dituntut melakukan kejahatan perang dan tindakan genosida di Gaza," ungkap Fadli Zon.
Dia berharap komunitas internasional memberikan tekanan ganda kepada Israel agar menghentikan agresi militernya di Jalur Gaza melalui gencatan senjata total.
Serta mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk menggunakan pengaruh mereka guna mendorong Israel agar menghentikan tindakan yang melanggar HAM, termasuk mencabut blokade total terhadap Gaza.
Papar Fadli Zon, "Komunitas internasional harus bersikap lebih objektif dan adil dalam menilai situasi di Palestina, tanpa menggunakan standar ganda dan pandangan yang sempit.”

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
