Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 15.07 WIB

Mamalia Langka David Attenborough Ditemukan Kembali di Papua Setelah Dinyatakan Punah

 

Seekor Ekidna yang telah lama punah berhasil terekam kamera peneliti di pegunungan Cycloops, Papua.

JawaPos.com – Para peneliti telah menemukan kembali spesies langka yang dikabarkan punah di Pegunungan Cyclops, Indonesia.

Mamalia bernama David Attenborough mirip landak ini, memiliki moncong seperti trenggiling dan kaki tahi lalat terkahir kali tercatat pada 60 tahun lalu.

Ekidna moncong panjang ini terekam oleh kamera peneliti dari Universitas Oxford pada ekspedisi Cycloop di Pegunungan Cycloop, Papua selama empat minggu.

Penelitian ini dilakukan ilmuwan asal Inggris dan bekerjasama dengan kelompok konservasi YAPPENDA.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (11/11) James Kempton salah satu peneliti menemukan gambar mamalia kecil tersebut terekam kameranya, terlihat sedang berjalan melalui semak-semak hutan.

Dia juga mengungkapkan rasa kegembiraanya saat mengetahui hewan tersebut terekam kameranya.

“Ada rasa euforia yang luar biasa, dan juga rasa lega setelah sekian lama berada di lapangan tanpa imbalan apa pun hingga hari terakhir,” ungkap James Kempton.

Ekidna memiliki nama yang sama dengan makhluk mitologi Yunani setengah wanita dan setengah ular yang digambarkan sebagai makhluk yang pemalu dan hanya keluar di malam hari, sehingga sulit untuk ditemui.

Spesies ini hanya tercatat satu kali secara ilmiah oleh ahli botani Belanda pada tahun 1961. Spesies echidna yang ditemukan ini berbeda dari spesies yang ada di Australia dan dataran rendah Papua New Geuni.

Para peneliti tersebut juga bekerjasama dengan warga desa Yongsu Sapari untuk menemani menjelajah kawasan hutan terpencil di Papua.

Ekidna juga digunakan sebagai salah satu syarat penyelesaian konflik masyarakat adat di desa Yongsu Sapari.

Apabila ada dua warga yang berkonflik salah satunya ditugaskan untuk mencari ekidna di hutan dan satu lainnya diperintah untuk mencari ikan marlin.

Kedua hewan tersebut terkenal cukup sulit ditemukan membutuhkan waktu hinngga puluhan tahun bahkan hingga satu generasi, sehingga apabila kedua hewan tersebut dapat ditemukan maka berakhirlah konflik dalam masyarakat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore