Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 November 2023 | 20.30 WIB

Jadi Pemimpin Hamas yang Paling Diburu Israel di Gaza, Siapa Sosok Yahya Sinwar?

Yahya Sinwar, Pemimpin Tertinggi dari kelompok militan Palestina, Hamas, yang dilabeli sebagai target nomor satu Israel di Gaza. (Getty Images) - Image

Yahya Sinwar, Pemimpin Tertinggi dari kelompok militan Palestina, Hamas, yang dilabeli sebagai target nomor satu Israel di Gaza. (Getty Images)

JawaPos.com - Kelompok militan Palestina, Hamas, kini tengah menghadapi gempuran pasukan militer Israel yang berhasil menembus jantung kota di Gaza.

Sudah masuk bulan kedua sejak serangan Israel sebagai tanggapan atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, pasukan Zionis masih terus memburu milisi Palestina itu, terutama Pemimpin Hamas.

Serangan mendadak yang tidak diketahui oleh Israel tersebut menewaskan sedikitnya 1.400 warga Israel dan juga menyandera lebih dari 200 orang yang kemudian memindahkannya ke Gaza.

Karena serangan tak terduga itu, Israel kemudian membombardir kota Gaza hingga saat ini.

Walaupun mengaku hanya menyasar kelompok Hamas, serangan Israel tersebut menewaskan sedikitnya 10.569 warga sipil Palestina, dan hingga kini masih terus berlanjut.

Dalam operasi militernya, Israel berniat untuk melenyapkan kelompok militan tersebut. Kini, 130 titik terowongan milik Hamas telah diledakkan oleh pasukan Zionis.

Telah diketahui, bahwa Tel Aviv sangat mencari keberadaan pemimpin tertinggi dari kelompok militan Hamas, Yahya Sinwar, yang diyakini tengah bersembunyi di terowongan bawah tanah yang menjadi jaringan utama dan markas mereka.

Lantas, siapakah sebenarnya pentolan Hamas itu yang saat ini menjadi target nomor satu Israel di Gaza?

Memiliki nama lengkap Yahya Sinwar, pria yang lahir pada tanggal 29 Oktober 1962, di kamp pengungsi Khan Younis.

Sejak kelahirannya, Yahya Sinwar tumbuh sebagai seorang pengungsi yang berada di bawah pendudukan militer Israel.

Sebelum jadi keluarga pengungsi, pada tahun 1948 orang tua Sinwar, diusir secara etnis dari rumah mereka di Majdal-Askalan, karena wilayah itu telah diambil alih oleh pemukim Israel yang sekarang bernama Ashkelon.

Terluka oleh pengalamannya tumbuh sebagai pengungsi serta penderitaan yang dimilikinya akibat agresi Israel, Yahya Sinwar memiliki tekad yang kuat untuk melawan pendudukan Israel.

Dilansir dari Palestinian Chronicles pada Kamis (9/11), pria yang jadi petinggi Hamas tersebut dulunya adalah seorang aktivis yang berprestasi tinggi secara akademik di sekolah, Ia kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Islam di kota Gaza.

Yahya, juga membantu merintis Blok Islam dan menduduki beberapa posisi penting dalam kepengurusan di Universitas itu.

Pada tahun 1982, Yahya Sinwar dan anggota pengurus lainnya pergi untuk mengunjungi seorang perempuan Palestina di Jenin, yang diduga menjadi korban atas upaya peracunan oleh Zionis.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore