
SERANGAN BRUTAL: Bocah-bocah Palestina lari menyelamatkan diri saat Israel membombardir kawasan Rafah di selatan Jalur Gaza secara membabi buta, Senin (6/11).
JawaPos.com - Serangan brutal Israel di Gaza, Palestina, sudah berlangsung selama satu bulan. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pun mencatat ada sekitar 160 anak meninggal setiap harinya di Gaza atas tindakan membabi buta dari Israel.
"Rata-rata sekitar 160 anak terbunuh setiap hari berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Palestina)," kata pejabat WHO Christian Lindmeier dalam konferensi PBB di Jenewa pada Selasa (7/11).
Dikutip dari ANTARA, dia juga mengatakan bahwa jumlah korban yang meninggal dunia di Gaza sudah mencapai ribuan. Sementara yang masih hidup harus berjuang melawan trauma, penyakit, serta kekurangan makanan dan air.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Putusan MKMK Terhadap Anwar Usman Sangat Diluar Ekspektasi
Oleh karena itu, Lindmeier menekankan kembali pentingnya bantuan kemanusiaan yang mendesak untuk membantu mengurangi penderitaan warga Gaza, seperti bahan bakar, stok makanan dan minuman, serta akses layanan kesehatan.
Dia menyatakan bahwa semuanya sudah dalam kondisi siap, termasuk logistik, konvoi, dan perbekalan. Namun, kendala yang mereka hadapi ialah bagaimana mendapatkan akses yang aman untuk melewati perbatasan Gaza menuju rumah sakit dan tempat perbekalan.
Terkait rumah sakit di wilayah utara, dia menjelaskan bahwa WHO hanya dapat mengirimkan pasokan ke rumah sakit tersebut hanya satu kali saja.
"Persediaan telah diambil dari tangan kami dan segera dibawa ke ruang operasi karena semua yang dibawa, termasuk anestesi, yang diperlukan pada saat itu juga," kata Lindmeier.
"Sebagai WHO, kami tidak dapat memverifikasi apa yang ada di bawah rumah sakit. Yang kami bisa verifikasi adalah apa yang ada di dalam rumah sakit dan di atas tanah dan hal tersebut sangat membutuhkan fasilitas medis," ungkap Lindmeier saat ditanya tentang klaim Israel bahwa rumah sakit di Gaza telah menjadi target serangan akibat adanya terowongan Hamas di bawah rumah sakit.
Gaza telah mengalami serangan besar-besaran sejak Hamas melancarkan serangan tak terduga terhadap Israel pada Sabtu (7/10).
Sejak serangan balasan tersebut, setidaknya 10.328 warga Palestina telah meninggal, termasuk 4.327 anak-anak dan 2.719 perempuan. Sementara itu, jumlah kematian di pihak Israel, menurut data resmi, hampir mencapai 1.600 orang.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa situasi di Gaza telah mengakibatkan banyak anak perempuan dan laki-laki meninggal dan terluka setiap harinya.
Menurut laporan UNRWA, badan PBB untuk Palestina, setidaknya ada 70% penduduk Gaza telah mengungsi selama satu bulan terakhir.
"Hal ini terjadi seiring dengan ketakutan terus menerus dan kondisi kehidupan yang tidak manusiawi bagi hampir 1,5 juta orang. Tempat perlindungan UNRWA telah mencapai 4 kali lipat dari batas kapasitasnya. Para warga sipil menjadi sasaran pemindahan paksa dan hukuman kolektif," kata UNRWA dalam sebuah pernyataan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
