
Elizabeth by New York Post
JawaPos.com - Seorang mahasiswa asal New York, Amerika Serikat dijatuhi hukuman satu tahun penjara oleh Uni Emirat Arab.
Hal ini diduga karena mahasiswa tersebut menyerang dan menghina seorang petugas keamanan bandara saat melakukan transit di Dubai pada musim panas lalu.
Elizabeth Polanco De Los Santos, merupakan mahasiswa di Lehman College di Bronx, New York dijatuhi hukuman pada hari Senin, 2 Oktober 2023 setelah ditahan di Dubai serta menghabiskan hampir tiga bulan.
Menurut kelompok advokasi Detained in Dubai, hal tersebut sejalan dengan surat perintah larangan bepergian yang dikeluarkan untuknya.
"Elizabeth hanya berniat untuk transit di Dubai selama enam jam, namun ia telah berada di sana selama berbulan-bulan dan telah kehilangan $50.000 atau sekitar 700 juta rupiah untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengacara," ujar pendiri Detained in Dubai, Radha Stirling.
"Selain dipermalukan dan mengalami trauma yang dilakukan oleh staf bandara, Elizabeth juga menderita berbulan-bulan karena dipaksa tinggal di negara dengan biaya hidup mahal, membayar pengacara, dan melewatkan kuliahnya di universitas," lanjut Radha Stirling, seperti yang dikutip dari New York Post.
Penderitaan Elizabeth dimulai pada tanggal 14 Juli 2023, saat ia dan seorang temannya sedang dalam perjalanan liburannya di Istanbul ke New York.
Rencana perjalanan awal mereka adalah pulang melalui Paris, namun mereka mengubah penerbangannya menjadi transit terlebih dahulu di Dubai agar dapat melihat kota yang terkenal itu selama 10 jam.
"Kami pikir ini akan menjadi kota yang lebih modern dan futuristik, namun kami salah besar," ujar Elizabeth, yang dikutip dari Detained in Dubai.
Saat melewati keamanan, staf bandara Dubai meminta Elizabeth untuk melepas bantalan kompresor pinggang yang harus ia kenakan setelah menjalani operasi baru-baru ini.
Ibu Elizabeth menjelaskan, saat anaknya dan staf wanita pergi ke bilik pribadi untuk memeriksa, anggota tersebut mengeluarkan bantalan kompresor pinggang secara kasar dan melukai bekas luka operasi putrinya yang masih dalam proses penyembuhan.
Staf tersebut juga menertawakan Elizabeth, dan ketika ia meminta bantuan untuk memakaikan bantalan itu kembali karena sulit, mereka menolak.
"Saya merasa tidak nyaman dan takut. Saya merasa sangat dilecehkan," Elizabeth kata.
"Bantalan kompresor tersebut memiliki banyak sekali kaitan, dan Anda harus meregangkan ujung-ujungnya. Lalu menjepit pin-pin yang kecil tersebut, dan tipis di dekat tubuh," lanjutnya.
Ketika para staf terus mengabaikan permohonannya untuk meminta bantuan, Elizabeth melewati pada seorang satpam yang menghalanginya dan berteriak memanggil temannya untuk datang dan membantunya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
