Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 September 2023 | 00.18 WIB

Dalam 2 Tahun Terakhir, Gletser di Swiss Mencair Hingga 10 Persen Menjadi Yang Terparah

Ilustrasi Es Mencair di dekat Gunung https:/ - Image

Ilustrasi Es Mencair di dekat Gunung https:/

JawaPos.com — Berdasarkan penelitian terbaru, cuaca ekstrem selama dua tahun membuat Gletser di Swiss mencair hingga 10%.

Penurunan terbesar sejak pengukuran dimulai terjadi pada tahun 2022, diikuti oleh penurunan terbesar kedua pada tahun ini, hal itu diumumkan oleh Swiss Academy of Sciences (SCNAT) dan Pemantauan Gletser Swiss (GLAMOS) pada hari jum’at (28/9/2023).

Gletser Swiss mencair semakin cepat,” Ungkap SCNAT.

“Percepatannya sangat dramatis: kita telah kehilangan banyak es dalam dua tahun dibandingkan antara tahun 1960 dan 1990.” Imbuhnya.

Mengapa Gletser Swiss mencair begitu cepat?

Kurangnya hujan musim dingin di Pegunungan Alpen ditambah dengan suhu yang panas berkontribusi pada rekor rendahnya hujan salju dan hilangnya es secara besar-besaran, menurut laporan tersebut.

Pada awal bulan Februari, jumlah curah salju di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut meningkat sedikit dibandingkan dengan jumlah hujan salju yang tercatat pada musim dingin yang tidak terlalu bersalju pada tahun 1964, 1990, dan 2007.

Namun setengah dari kedua bulan tersebut, jumlah salju turun hingga mencapai rekor terendah, yaitu hanya mencapai sekitar 30 persen dari rata-rata jangka panjang.

Pada ketinggian 2.000 meter, lebih dari separuh stasiun otomatis mencatat rekor minimum baru dalam 25 tahun.

Pencairan beberapa meter terjadi di Valais selatan dan Lembah Engadin pada ketinggian di atas 3.200 meter, ketinggian di mana gletser hingga saat ini tetap stabil.

Gletser Swiss melemah karena rekor musim panas terpanas

Menurut laporan pada musim semi, situasi sempat kembali normal.

Namun cuaca kering dan suhu yang panas di bulan Juni menyebabkan tumpukan salju mencair empat minggu lebih awal dari biasanya.

Tercatat bahwa musim panas di tahun 2023 adalah musim panas terpanas di dunia. Dari Agustus hingga September, badan cuaca Swiss harus menaiki rekor ketinggian hampir 5.300 meter untuk menemukan 'titik beku' atau isoterm nol derajat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore