Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juli 2023 | 04.28 WIB

PBB Nyatakan Penodaan Kitab Suci Tak Bisa Ditolelir

Ilustrasi protes terhadap penodaan Kitab Suci. - Image

Ilustrasi protes terhadap penodaan Kitab Suci.

JawaPos.com–Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric menyatakan, sikap tidak menghormati kitab suci dan rumah ibadah tak bisa ditolelir.  Pernyataan itu disampaikan sebagai jawaban atas kasus penodaan Alquran di Swedia.

”Yang kita butuhkan adalah saling menghormati. Saya kira kami sudah jelaskan bahwa penodaan kitab suci dan rumah ibadah tidak bisa ditolelir,” kata Stephane Dujarric kepada pers seperti dilansir dari Antara.

Dia menyebut, perilaku itu biasanya dilakukan sebagai provokasi.  Dujarric meminta semua pihak tidak terprovokasi.

Dia menyatakan, orang-orang seharusnya saling menghormati agamanya, tidak main hakim sendiri, dan menghindari aksi kekerasan.

Pada Kamis (20/7) pagi, sekelompok orang Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad. Mereka membakar gedung kedutaan besar itu sebagai protes atas pembakaran kitab suci Alquran yang terjadi pada 28 Juni dan dilakukan oleh Salwan Monikoa, pria kelahiran Irak yang tinggal di Swedia.

Kementerian Luar Negeri Swedia mengutuk serangan di kedutaan besarnya di Baghdad, yang disebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap Konvensi Wina. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Turki, Irak, Pakistan, Indonesia, Afghanistan, dan negara-negara Islam lainnya, mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan besar Swedia itu. Swedia menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.

Menyusul serangan terhadap misi diplomatik Swedia itu, Momika kembali menodai Alquran dengan menginjaknya dan juga bendera Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Swedia.

Insiden itu terjadi setelah Irak memperingatkan Swedia akan memutuskan hubungan diplomatik jika penodaan Al-Quran terjadi lagi. Bagdad melangkah lebih jauh dengan mempersona non gratakan duta besar Swedia setelah Al-Quran untuk kedua kalinya dalam sebulan dinodai kembali.

Irak mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Swedia jika kasus penistaan Alquran terjadi lagi di sana.

”Pemerintah Irak sudah memberitahu pemerintah Swedia melalui jalur diplomatik bahwa terulangnya insiden pembakaran Kitab Suci Alquran di tanah Swedia akan membuat hubungan diplomatik kedua negara terputus,” kata kantor Perdana Menteri Mohammed Shia Al Sudani lewat Twitter.

Sejumlah pengunjukrasa berunjukrasa menolak pembakaran Al-Quran pada 11 September mendatang dalam rangka peringatan tragedi World Trade Center (WTC) di Florida AS, saat melintas di Jl. Malioboro, Yogyakarta, Jumat (3/9) sore.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore