
Ilustrasi protes terhadap penodaan Kitab Suci.
JawaPos.com–Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric menyatakan, sikap tidak menghormati kitab suci dan rumah ibadah tak bisa ditolelir. Pernyataan itu disampaikan sebagai jawaban atas kasus penodaan Alquran di Swedia.
”Yang kita butuhkan adalah saling menghormati. Saya kira kami sudah jelaskan bahwa penodaan kitab suci dan rumah ibadah tidak bisa ditolelir,” kata Stephane Dujarric kepada pers seperti dilansir dari Antara.
Dia menyebut, perilaku itu biasanya dilakukan sebagai provokasi. Dujarric meminta semua pihak tidak terprovokasi.
Dia menyatakan, orang-orang seharusnya saling menghormati agamanya, tidak main hakim sendiri, dan menghindari aksi kekerasan.
Pada Kamis (20/7) pagi, sekelompok orang Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad. Mereka membakar gedung kedutaan besar itu sebagai protes atas pembakaran kitab suci Alquran yang terjadi pada 28 Juni dan dilakukan oleh Salwan Monikoa, pria kelahiran Irak yang tinggal di Swedia.
Kementerian Luar Negeri Swedia mengutuk serangan di kedutaan besarnya di Baghdad, yang disebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap Konvensi Wina. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Turki, Irak, Pakistan, Indonesia, Afghanistan, dan negara-negara Islam lainnya, mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan besar Swedia itu. Swedia menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.
Menyusul serangan terhadap misi diplomatik Swedia itu, Momika kembali menodai Alquran dengan menginjaknya dan juga bendera Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Swedia.
Insiden itu terjadi setelah Irak memperingatkan Swedia akan memutuskan hubungan diplomatik jika penodaan Al-Quran terjadi lagi. Bagdad melangkah lebih jauh dengan mempersona non gratakan duta besar Swedia setelah Al-Quran untuk kedua kalinya dalam sebulan dinodai kembali.
Irak mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Swedia jika kasus penistaan Alquran terjadi lagi di sana.
”Pemerintah Irak sudah memberitahu pemerintah Swedia melalui jalur diplomatik bahwa terulangnya insiden pembakaran Kitab Suci Alquran di tanah Swedia akan membuat hubungan diplomatik kedua negara terputus,” kata kantor Perdana Menteri Mohammed Shia Al Sudani lewat Twitter.
Sejumlah pengunjukrasa berunjukrasa menolak pembakaran Al-Quran pada 11 September mendatang dalam rangka peringatan tragedi World Trade Center (WTC) di Florida AS, saat melintas di Jl. Malioboro, Yogyakarta, Jumat (3/9) sore.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
