Pemimpin Pheu Thai, Cholnan Srikaew.
JawaPos.com – Tak lama setelah kegagalan Pita Limjaroenrat menjadi Perdana Menteri Thailand diumumkan, Partai Pheu Thai yang merupakan sekutu Partai Move Forward (MFP), langsung muncul ke publik untuk turut memberikan keterangannya bahwa mereka siap membentuk pemerintahan baru. Hal ini tentu menjadi sorotan, pasalnya Partai Pheu Thai dan MFP telah menandatangani kerja sama sebagai koalisi.
Pemimpin Pheu Thai, Cholnan Srikaew, mengaku bahwa pihaknya masih akan mempertimbangkan apakah tetap dalam MoU dengan MFP atau berpisah. "Saat ini, Pheu Thai masih bergandengan tangan dengan sekutu koalisi lainnya. Apakah MoU akan direvisi, saya belum bisa memberikan rincian karena delapan sekutu koalisi harus membahas masalah ini terlebih dahulu. Kami juga akan membahas apakah akan ada lebih banyak pihak yang didatangkan,” kata Cholnan dalam keterangannya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Kamis (20/7).
Beberapa partai seperti Partai Bhumjaithai, Palang Pracharath, dan Chartthaipattana menegaskan bahwa mereka enggan berkoalisi dengan Partai Pheu Thai, jika pihaknya masih berafiliasi dengan MFP. Diketahui, ketiga pertai itu menolak rencana kebijakan Pita Limjaroenrat yang ingin mengubah Pasal 112 KUHP terkait Pencemaran Nama Baik Kerajaan Thailand.
"Jika, Pheu Thai menjadi pemimpin dalam membentuk pemerintahan, tetapi koalisi masih menyertakan MFP, yang berencana mengubah Pasal 112, saya tidak akan bergabung. Saya juga tidak menginginkan pemerintahan minoritas," kata Anutin Charnvirakul, Pemimpin Partai Bhumjaithai.
Lebih lanjut, terkait majunya Partai Pheu Thai dalam pencalonan PM Thailand, Ketua Parlemen Wan Muhamad Noor Matha, mengatakan bahwa pemilihan akan digelar pada Kamis 27 Juli 2023 mendatang.
Partai Pheu Thai diberi kesempatan untuk mengikuti prosedur pencalonan perdana menteri oleh kandidatnya. Mereka bahkan sudah mengklaim, bahwa partainya telah mengantongi dukungan dari 282 anggota parlemen, yang 250 di antaranya adalah para senator.
Sementara MFP yang kini mulai tersisih, Pheu Thai mengatakan, mereka tidak akan memaksa MFP untuk keluar dari koalisi serta merta begitu saja. "Tetapi kami akan membiarkannya bepikir sendiri apakah harus menjadi bagian dari koalisi karena ini hanya akan menyebabkan kebuntuan," kata salah seorang dari Partai Pheu Thai.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
