Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2023 | 22.04 WIB

Profil Julius Robert Oppenheimer, Sang Bapak Bom Atom

Ilmuwan Amerika Serikat J. Robert Oppenheimer. (Istimewa)

JawaPos.com - Julius Robert Oppenheimer adalah seorang ahli fisika Amerika Serikat yang diakui sebagai pencipta bom atom. Bahkan, ia memiliki julukan sebagai father of the atomic bomb atau bapak bom atom. Simak perjalanan Oppenheimer yang dirangkum JawaPos.com dari berbagai sumber resmi berikut ini.
 
Oppenheimer lahir pada 22 April 1904 di New York, Amerika Serikat. Ayahnya adalah pengusaha tekstil dari Jerman, Julius S. Oppenheimer, ibunya seorang seniman bernama Ella Friedman.
 
Dikutip dari Discover Walks, Oppenheimer merupakan ilmuwan yang sangat berbakat dan memiliki kemampuan untuk memahami teorema yang kompleks sejak usia dini. Pada usia 10 tahun, ia sudah mempelajari fisika dan kimia.
 
 
Pada 1922, Oppenheimer belajar di Harvard University, Amerika Serikat, dan berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu tiga tahun. Ia lulus dengan prestasi gemilang di berbagai mata pelajaran.
 
Dilansir dari Atomic Heritage Foundation, meskipun awalnya Oppenheimer memilih untuk mempelajari kimia, pada 1925 ia melanjutkan studi pascasarjana dalam bidang fisika di Cavendish Laboratory, Cambridge, Inggris.
 
Saat studinya di Cambridge, Oppenheimer menyadari bahwa ia memiliki bakat pada bidang fisika teoritis, bukan eksperimental.
 
 
Kemudian, pada 1926 ia menerima undangan untuk belajar bersama dari Max Born seorang direktur dari Institute of Theoretical Physics di University of Göttingen, Jerman. Saat itu adalah momen yang penting dalam dunia fisika dan Oppenheimer beruntung berada di Eropa. Pasalnya, fisikawan Eropa sedang mengembangkan teori revolusioner mekanika kuantum.
 
Di University of Göttingen, Oppenheimer melakukan banyak kontribusi penting dalam teori kuantum yang sedang berkembang saat itu. Salah satu makalah terkenal yang ia tulis yaitu Born-Oppenheimer approximation. Pada 1927, Oppenheimer meraih gelar doktor pada usia 22 tahun.
 
 
Kemudian, ia menerima jabatan sebagai profesor muda dalam bidang fisika di University of California, Berkeley dan California Institute of Technology.
 
Dilansir dari Atomic Archive, pada 1930-an, Oppenheimer menjadi orang pertama yang menghasilkan tulisan tentang keberadaan objek di antariksa, yaitu black hole atau lubang hitam.
 
Ketika Perang Dunia II dimulai, Oppenheimer dengan semangat terlibat dalam upaya pengembangan bom atom yang memakan waktunya untuk berada di Lawrence's Radiation Laboratory di Berkeley. Pada 1942, Oppenheimer ditunjuk oleh Jenderal Leslie Groves dari Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai direktur ilmiah Proyek Manhattan.
 
 
Dilansir dari History, Proyek Manhattan adalah istilah yang digunakan untuk Amerika yang memimpin dalam pengembangan senjata atom selama Perang Dunia II. Proyek ini sebagian besar dilakukan di Los Alamos, New Mexico. Oppenheimer menjadi direktur di Laboratorium Los Alamos pada 1943.
 
Pada 1945, pengeboman dilakukan di Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan puluhan ribu orang Jepang. Setelah mengetahuinya, Oppenheimer menentang pengembangan bom atom lebih lanjut dan mengundurkan diri dari jabatannya di Laboratorium Los Alamos.
 
 
Oppenheimer menulis dan menyampaikan sebuah surat kepada Sekretaris Perang yang mengawasi seluruh Proyek Manhattan, Henry Lewis Stimson, di mana ia dengan tegas mengusulkan agar senjata nuklir dilarang dalam arena perang. Setelah perang, pada 1947 sampai 1966, Oppenheimer menjabat sebagai direktur di Institute for Advanced Study, Princeton, New Jersey.
 
Pada 1954, izin keamanan Oppenheimer dicabut oleh Atomic Energy Commission (AEC). Pada 1963, Oppenheimer menerima penghargaan Enrico Fermi yang diberikan untuk ilmuwan internasional dalam jasa yang telah dilakukannya.
 
Pada 18 Februari 1967 Oppenheimer meninggal dunia di Princeton, New Jersey.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore