
Ilustrasi: Microsoft luncurkan font baru bernama Aptos.
JawaPos.com - Dalam posting blog baru-baru ini, Microsoft mengumumkan akhir dari era font Calibri kesayangan mereka. Font tersebut diketahui telah menjadi font default untuk Microsoft Office selama 15 tahun terakhir.
Karena teknologi telah berkembang dan layar beresolusi lebih tinggi telah sangat lumrah saat ini, Microsoft menyadari kebutuhan akan font baru yang akan memiliki resolusi lebih tinggi dan seragam. Font baru yang bisa mengikuti keunggulan dalam jenis layar juga dirasa perlu untuk dihadirkan.
Dan dengan demikian dimulailah pencarian penerus yang sempurna untuk Calibri. Sebagai gantinya Microsoft menugaskan lima font baru bernama Bierstadt, Grandview, Seaford, Skeena, dan Tenorit, dengan harapan salah satunya akan menjadi font default baru untuk Microsoft 365.
Setelah mendengarkan feedback pengguna, Microsoft memilih Bierstadt sebagai font yang paling disukai pengguna. Namun, ada perubahan, dan Bierstadt kini berganti nama menjadi Aptos.
Dilansir dari Medium, Aptos dibuat oleh Steve Matteson, seorang desainer huruf terkenal. Steve Matteson dikenal karena karyanya pada font inti Windows TrueType asli dan Segoe.
Steve mendapat inspirasi dari lanskap dan iklim Aptos, sebuah kota tak berhubungan di Santa Cruz, California. Font tersebut dikatakan mencerminkan keserbagunaan dari namanya, membawa nuansa alam bebas dan daya tarik pensil dan kertas yang abadi.
Aptos, font sans serif dengan elemen tipografi Swiss abad ke-20, menampilkan ujung batang yang rapi dan kotak melingkar halus di dalam kontur huruf, meningkatkan keterbacaan pada ukuran kecil.
Dengan bobot font yang berbeda dan karakteristik khas seperti huruf kecil "l" dengan ekor dan titik melingkar untuk kepala "i" dan "j", Aptos diyakini memberikan keseimbangan antara profesionalisme dan keterhubungan.
Steve bertujuan untuk membawa font dengan sentuhan kehangatan dan kemanusiaan, membuatnya lebih menarik dan dapat dipercaya oleh pembaca. Proses desainnya dimulai dengan pensil dan kertas untuk melestarikan keahlian buatan tangan sebelum digitalisasi, memastikan tidak ada nuansa yang hilang dalam transisi dari analog ke digital.
Meskipun Aptos sekarang akan menjadi font default di Word, Outlook, PowerPoint, dan Excel untuk jutaan pengguna, Microsoft mengakui bahwa font adalah pilihan pribadi. Oleh karena itu, mereka menyediakan opsi seperti Times New Roman, Arial, dan pesaing font lainnya—Grandview, Seaford, Skeena, dan Tenorite—untuk dipilih pengguna.
Font baru ini adalah bagian dari rangkaian fitur Microsoft yang lebih luas yang bertujuan membuat Microsoft 365 lebih ekspresif dan inklusif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
