
Photo
JawaPos.com – Sebanyak 45 Pekerja Migran Indonesia (PMI) terkatung-katung nasibnya di Doha, Qatar. Ini akibat mereka termakan bujuk rayu calo yang menjanjikan segala hal yang muluk tentang bekerja di Timur Tengah. Padahal sejak 2015, pemerintah telah melakukan moratorium pengiriman PMI sektor perseorangan (domestik), ke Timur Tengah.
Saat berdialog dengan aktivis Migrant Care, Anis Hidayah, PMI yang selama ini tinggal di rumah singgah sementara (shelter) KBRI Doha mengatakan, mereka mengalami berbagai masalah mulai gaji yang tidak dibayar, bekerja tidak sesuai kontrak ataupun yang mengalami kekerasan fisik.
Beberapa PMI ini juga bercerita langsung tentang bagaimana mereka sampai terjebak bekerja di Qatar.
“Upaya mengatasi calo ini harus menjadi tugas semua pihak. Dari mulai aparat penegak hukum sampai komponen masyarakat itu sendiri" ujar Anis Hidayah, dalam kunjungannya ke KBRI Doha, Qatar, di sela-sela mengikuti sebuah konferensi buruh migran, Jumat (15/9).
Photo
Aktivis Migran Care, Anies Hidayah, berfoto bersama staff KBRI Doha, dan puluhan Pekerja Migran Indonesia di Qatar yang terkatung-katung nasibnya, karena termakan bujuk rayu calo.
Anis menegaskan, masalah pembenahan tata kelola pengiriman dan perlindungan PMI ini terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu instansi saja. Menurut Anies, pembenahannya harus dilakukan dari hulu ke hilir dengan melibatkan berbagai aktor di seluruh sektor.
Terkait berbagai permasalahan ini, saat menerima kunjungan Anies Hidayah, Dubes RI untuk negara Qatar, Ridwan Hassan menegaskan bahwa perlindungan WNI tetap menjadi prioritasnya. "Jumlah PMI yang ditampung di shelter terus menunjukan trend peningkatan. Penyelesaian terhadapnya harus menjadi tanggungjawab bersama" kata Dubes Hassan.
Ridwan menambahkan, KBRI Doha, selain terus berupaya menyelesaikan kasus-kasus yang PMI, juga gencar melakukan edukasi dan pemberian latihan keterampilan kepada para pahlawan devisa tersebut.
“Harapannya tentu sepulang dari Qatar mereka dapat lebih mandiri dan dapat membuka peluang kerja kepada masyarakat di sekitarnya,” tukas Ridwan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
