Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Juli 2022 | 21.37 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Pasar Hewan di Wuhan jadi Sumber Covid-19

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pasar hewan di Wuhan Tiongkok terbukti benar-benar menjadi pusat pandemi Covid-19. Penelitian itu terbukti dalam studi baru dalam jurnal Science yang diterbitkan Selasa (26/7).

Penelitian itu menjawab pertanyaan apakah Covid-19 menular secara alami dari hewan ke manusia, atau akibat kecelakaan laboratorium. Makalah pertama menganalisis pola geografis kasus Covid-19 pada bulan pertama wabah, Desember 2019, menunjukkan kasus pertama usai berkerumun di sekitar Pasar Huanan.

Data genomik kedua yang diperiksa dari kasus paling awal untuk mempelajari evolusi awal virus, menyimpulkan bahwa tidak mungkin virus Korona beredar luas pada manusia sebelum November 2019. Kedua penelitian sebelumnya di-posting sebagai pracetak tetapi sekarang telah diperiksa oleh peer review ilmiah dan muncul di jurnal bergengsi.

Peneliti dr Michael Worobey dari University of Arizona, yang ikut menulis kedua makalah tersebut, sebelumnya telah meminta komunitas ilmiah dalam sebuah surat untuk lebih terbuka terhadap gagasan bahwa virus itu adalah hasil dari kebocoran laboratorium. Namun, ia menyadari hal itu tak mungkin terjadi.

"Sekarang saya juga berpikir tidak masuk akal bahwa virus ini diperkenalkan dengan cara lain selain melalui perdagangan satwa liar di pasar Wuhan," katanya kepada wartawan melalui telepon tentang temuan tersebut.

Meski penyelidikan sebelumnya berpusat pada pasar hewan hidup, para peneliti menginginkan lebih banyak bukti untuk menentukan bahwa itu benar-benar terbukti. Hal ini membutuhkan studi untuk lebih yakin virus itu zoonosis (viru lompat dari hewan ke manusia).

Metode Penelitian

Tim studi menggunakan alat pemetaan untuk menentukan lokasi dari 174 kasus pertama yang diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Dan, ditemukan 155 di antaranya berada di Wuhan. Selanjutnya, kasus-kasus ini berkerumun di sekitar pasar dan beberapa pasien awal tanpa riwayat mengunjungi pasar dan tinggal sangat dekat dengan mereka.

Mamalia yang diketahui terinfeksi virus, termasuk rubah merah, musang babi dan anjing rakun, semuanya dijual langsung di pasar basah. Penulis penelitian juga mengaitkan sampel positif dari pasien pada awal 2020 dengan bagian barat pasar, yang menjual hewan hidup atau yang baru disembelih pada akhir 2019.

"Ini memberi tahu kami bahwa virus itu tidak beredar secara samar," kata dr Worobey dalam sebuah pernyataan. "Itu benar-benar berasal dari pasar itu dan menyebar dari sana," jelasnya.

Akan tetapi, peneliti masih berusaha mencari tahu kemungkinan adanya penyebab virus melompat akibat kebocoran laboratorium. "Apakah kita telah menyangkal teori kebocoran lab? Tidak, belum. Akankah kita bisa mengetahuinya? Tidak," tutup rekan penulis Kristian Anderson dari The Scripps Research Institute.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore